Terkadang yang Kita Perlukan Hanya Kerja Secukupnya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Gaya Hidup – Mencari nafkah demi keluarga adalah tanggung jawab yang mesti diemban oleh pria sebagai kepala keluarga. Semakin ketatnya persaingan dalam dunia kerja dan tuntutan kebutuhan hidup yang terus meningkat memaksa banyak pria menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan pundi-pundi materi. Jadi, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rejeki.

Benarkah pilihan untuk bekerja tanpa mengenal waktu dapat mendatangkan kebahagiaan dan kehidupan yang layak bagi keluarga? Akan tetapi, banyaknya materi ternyata tidak bisa menjamin kebahagiaan seperti yang kamu harapkan. Berikut beberapa alasan yang mendasarinya.

Bekerja siang dan malam setiap hari memang bisa menambah penghasilanmu. Namun, kamu nggak punya waktu untuk keluarga.

Bekerja keras siang dan malam memang bisa membuatmu kaya, hanya saja jika terjadi secara terus menerus kamu akan banyak kehilangan kebersamaan dengan keluargamu.

Istri dan anakmu mungkin saja tercukupi secara materi, tapi mereka tetap membutuhkan sosok suami dan ayah yang bisa selalu menemani mereka. Kamu harus menyadari, bahwa uangmu tidak bisa menggantikan momen kebersamaan tersebut.

Hidup yang berorientasi pada uang, akan menambah keretakan dalam hubungan keluarga

Mungkin kamu sebelumnya adalah orang yang menempatkan keluarga sebagai urusan nomor satu. Akan tetapi, semua berubah setelah kamu selalu berorientasi pada materi. Maka ada kemungkinan keluargamu sering merasakan bahwa kehadiranmu dalam keluarga sudah tidak terlalu penting. Semua akan asyik dengan kehidupan masing-masing. Semua keretakan dalam keluarga bisa dimulai dari hubungan yang kian menjauh tersebut.

Dijauhi oleh orang-orang terdekat

Photo by Ethan Sykes on Unsplash

Memilih untuk lebih mengutamakan pekerjaan atau lebih memilih untuk memprioritaskan bersama keluarga adalah hak setiap orang. Tidak ada hak orang lain yang bisa mengatur hidupmu, setiap pilihan pasti ada konsekuensinya.

BACA JUGA  Tata Krama Menyembah Allah SWT Dalam Ibadah Shalat

Tuntutan hidup dan desakan sosial seringkali menjadi pemicu kamu kerja tanpa mengenal waktu sampai enggan pulang. Padahal, istirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga adalah seni dalam menjalani kehidupan.

Jangan sampai kita terjebak dalam istilah Hustle Culture yang marak terjadi di zaman modern ini. Kondisi dimana di media sosial misalnya, banyak sekali konten-konten seseorang yang membanggakan dirinya bisa bekerja tanpa istirahat. Padahal persaingan di dunia kerja bukanlah hal main-main.

Kegiatan sehari-hari cuma pergi ke kantor, kerja di kantor, ngobrol dengan rekan kerja di kantor, lalu pulang ke rumah dan tidur. Siklus itu selalu berulang-ulang hingga kita akan merasa hidup di dalam goa.

Kehilangan kesempatan untuk ngobrol, bersenda gurau bersama keluarga tercinta atau menghabiskan waktu bertukar pengalaman bersama teman-teman sejawat. Hal tersebut sulit sekali kita lakukan, hingga lama kelamaan tanpa disadari kita akan merasa sendiri ditinggal oleh orang-orang terdekat.

Jadi apa pun keputusanmu, jangan sesali pilihanmu nanti kala sibuk yang kamu jalani perlahan mengusir orang yang kamu cinta. Mereka pergi karena kecewa! Alih-alih bekerja keras siang dan malam, bukankah lebih bijak kalau kamu juga menyisakan sedikit waktu untuk mereka yang kamu cinta? Memberikan waktu berkualitas untuk mereka orang-orang terpenting dalam hidupmu, jangan hiraukan mereka hanya karena materi!

Share.

About Author

Comments are closed.