Prototype : Pengertian, Tujuan, dan Manfaatnya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Produk Digital – Prototype atau prototipe mungkin bukan istilah yang asing dan cukup sering kamu dengar. Namun apakah kamu tahu arti prototype itu sendiri?

Kalau kamu belum mengetahuinya, tidak perlu khawatir. Pada kesempatan ini, akan dijelaskan mengenai arti dari prototype, tujuan dan manfaatnya, serta contoh yang bisa kamu pelajari langsung. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Prototype

Ilustrasi

Pertama, kamu harus tahu dulu apa arti prototype yang sebenarnya. Prototype bisa diartikan sebagai contoh atau model awal yang diciptakan guna melakukan uji coba konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya.

Umumnya, prototype diciptakan untuk melakukan beberapa uji coba sekaligus. Tujuannya untuk mengetahui apakah konsep yang sudah diperkenalkan tadi dapat diimplementasikan atau hanya sekadar menguji selera pasar.

Pembuatan prototype adalah langkah yang dilakukan setelah menemukan ide untuk pembuatan produk baru. Prototype hanya bersifat uji coba, bukan final. Jadi, produk prototype tidak akan diedarkan atau dipublikasikan langsung kepada end user nantinya.

Dalam dunia programming, prototype dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan di awal software development. Ini dilakukan guna mengetahui bagaimana fungsi dan fitur pada program bekerja. Apakah sesuai dengan yang diperkirakan atau tidak.

Apabila ada kesalahan atau error akan lebih mudah dideteksi jika menggunakan prototype terlebih dahulu. Sehingga produk yang nantinya dipublikasikan kepada end user sudah sempurna.

Tujuan dan Manfaat dari Membuat Prototype

Image : Unsplash.com

Perancangan prototype memiliki tujuan untuk mengembangkan rancangan atau model produk sampai menjadi produk final yang bisa memenuhi kebutuhan serta keinginan user. Dalam proses product development dan perancangan prototype, pengguna juga bisa dilibatkan.

Jadi, pengguna akhir atau end user ini nantinya turut mengevaluasi prototype serta memberikan feedback atau umpan balik. Adapun feedback dari pengguna tersebut nantinya dipakai untuk acuan dalam pengembangan produk lebih lanjut.

BACA JUGA  4 Inovasi Smartphone Terkini yang Diminati Pengguna

Itulah tujuan dari perancangan prototype. Ternyata, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dari pembuatan prototype dalam pengembangan produk. Berikut penjelasannya.

1. Dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan produk

Yang pertama adalah kamu dapat menekan biaya dan menghemat waktu dalam proses pengembangan produk. Dengan begitu, sumber daya yang tersisa dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lain.

2. Dapat mengetahui kebutuhan pengguna terlebih dahulu

Manfaat yang kedua yaitu dengan memanfaatkan sistem prototyping kamu dapat mengetahui kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Sehingga kamu dan tim-mu dapat mengetahui apa saja prioritas dan kebutuhan pengguna. Dengan begitu proses pengembangan produk akan berlangsung lebih cepat.

3. Menjadi acuan untuk mengembangkan produk

Selanjutnya, model prototype dapat menjadi acuan atau patokan untuk kamu dalam mengembangkan sebuah produk. Kamu juga dapat menggunakan prototype untuk menemukan kekurangan dan mencari solusi untuk membuat produk kamu menjadi semakin baik lagi.

4. Dapat menjadi bahan presentasi

Terakhir, kamu dapat menggunakan prototype untuk mempresentasikan produk yang akan kamu luncurkan. Dengan adanya prototype akan memudahkan audiens mendapatkan gambaran tentang produk yang akan diluncurkan.

Contoh Prototype

Setelah membaca penjelasan di atas, kamu sudah bisa memahami arti prototype, tujuan perancangan, serta manfaat yang akan kamu dapatkan. Sekarang adalah waktunya untuk mengetahui berbagai contoh prototype. Langsung saja, ini dia penjelasan lengkapnya.

High Fidelity Prototype

Photo by Olaf Val on Unsplash

Contoh yang pertama adalah high fidelity prototype. Tampilan dari prototype yang satu ini sangat mendekati produk aslinya. Biasanya, prototype jenis ini digunakan dalam pengembangan aplikasi atau website. Ada banyak tools di internet yang bisa kamu pakai untuk membuatnya.

Low Fidelity Prototype

BACA JUGA  Digital Advertising Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan di Indonesia

Low fidelity prototype adalah sketsa dari produk yang akan dikembangkan. Prototype jenis ini juga menunjukkan langkah-langkah atau flow dalam penggunaan produk. Ada pula contoh tampilannya.

Biasanya, prototype memiliki tampilan yang sangat sederhana, hanya berupa sketsa berwarna hitam atau abu-abu saja.

Paper Prototype

Image : Unsplash.com

Contoh yang terakhir adalah paper prototype. Jika dibandingkan dengan dua contoh sebelumnya, jenis ini memang sangat sederhana. Seperti namanya, paper prototype dibuat di atas kertas.

Meski sederhana, paper prototype juga dapat memberikan banyak opsi mengenai tampilan serta fungsionalitas produk yang kamu kembangkan.

Arti prototype sendiri adalah gambaran awal untuk sebuah produk yang tengah dikembangkan. Perancangannya sangat penting dan sangat disarankan sebelum kamu benar-benar mengembangkan produk aslinya(*)

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.