Pemkab Pesawaran Dorong Percepatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pinterest LinkedIn Tumblr +

 

dKonten.com, Pesawaran– Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus mendorong percepatan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Media Apriliana, dalam kegiatan advokasi dan koordinasi Pemeriksaan Kesehatan Gratik yang digelar di aula Puskesmas rawat inap Gedongtataan, Rabu, 22 April 2026.

“Program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.”

“Program ini juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI yang telah dimulai sejak tahun 2025, saat ini pelaksanaannya telah berjalan di seluruh puskesmas,” kata dia.

Menurut dia, hingga saat ini di tahun 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan baru mencapai 23.930 jiwa atau sekitar 5,45 persen.

“Capaian ini tentu masih perlu kita tingkatkan. Target nasional yang harus kita kejar adalah sebesar 33 persen dari jumlah penduduk,” kata dia.

Untuk itu, dr. Media Apriliana mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai unsur, seperti Tim Penggerak PKK, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, Kementerian Agama, serta perangkat daerah lainnya.

Program CKG sendiri menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari masyarakat umum hingga anak-anak sekolah, dengan tujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan serta mencegah penyakit sejak awal.

Sementara, Ketua pelaksana, Aufa Abendanon, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan regulasi nasional dan daerah dan diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK, Kementerian Agama, para kepala dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Selain itu, turut hadir Kepala BPJS, Direktur RSUD Pesawaran, Ketua Asosiasi Klinik, kepala bidang dan tim kerja di lingkungan Dinas Kesehatan, hingga para kepala puskesmas.

BACA JUGA  Pengusaha Wilayah Pesisir Dukung Terbentuknya Forum CSR

“Melalui kegiatan ini, kami menargetkan tersosialisasinya program pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Pesawaran melalui organisasi dan dinas terkait, serta merumuskan langkah strategis guna meningkatkan cakupan program di daerah,” ujar Abendanon.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan itu menjelaskan, salah satu target utama yang ingin dicapai adalah meningkatnya cakupan pemeriksaan kesehatan gratis hingga 33 persen di tahun 2026, sesuai dengan target nasional.

“Target kita di tahun 2025 lalu hanya 10 persen dan sudah tercapai 11 persen dan tahun ini targetnya 33 persen,” kata dia.

Untuk mendukung kualitas pelaksanaan kegiatan advokasi dan koordinas cek kesehatan gratis (CGK) yang dilaksanakan selama 2 hari ini (22-23 April 2026), panitia menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kepala Bidang pelayan kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Diah Ajarini saat memberikan materi kepada peserta advokasi dan koodinasi cek kesehtan gratis di aula Puskesmas Gedongtataan

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dr. Diah Anjarini, menjelaskan bahwa program CKG merupakan upaya pemerintah dalam mendeteksi dini faktor risiko kesehatan, kondisi pra-penyakit, hingga penyakit secara lebih cepat dan tepat.

“Melalui program ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini, sehingga peluang kesembuhan lebih tinggi dan risiko komplikasi maupun kematian dapat ditekan,” kata dia.

Ia menyebutkan, berdasarkan capaian nasional tahun 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 70 juta penduduk Indonesia dengan tingkat kehadiran layanan mencapai 96 persen. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap pemeriksaan kesehatan gratis.

Program CKG sendiri menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Pemeriksaan dilakukan secara berkala, umumnya setahun sekali, di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga layanan berbasis komunitas seperti Posyandu.

BACA JUGA  Jangan Panik, Minyak Goreng Rp14 Ribu Perliter Tersedia Di Pasar Tradisional Dan Toko Waralaba Pesawaran

Diah menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat sejumlah pengembangan dalam program tersebut, termasuk penambahan jenis skrining dan penyempurnaan metode pemeriksaan. Beberapa di antaranya meliputi skrining penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, penyakit menular, hingga pemeriksaan khusus bagi calon pengantin.

“CKG kini terintegrasi dengan berbagai program skrining lain, sehingga masyarakat cukup mengikuti satu paket pemeriksaan untuk mendapatkan layanan yang lebih lengkap,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya persiapan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi memiliki peran dalam melakukan sosialisasi, koordinasi lintas sektor, serta memastikan kesiapan sumber daya, termasuk tenaga kesehatan, alat, dan bahan medis habis pakai.

Diah juga mengimbau masyarakat untuk aktif memanfaatkan program ini dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Satu Sehat Mobile atau layanan yang telah disediakan pemerintah. (**)

Bambang T

Share.

About Author

Leave A Reply