Mengoptimalkan Kreativitas, Memahami 3 Tingkatan Berpikir untuk Designer

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com – Di awal karir sebagai desainer, penting bagi kita untuk memahami tiga tingkatan berpikir yang berbeda yang dapat membantu kita menjadi desainer yang sukses. Ketiga tingkatan ini adalah “DESIGN”, “PRODUCT”, dan “BUSINESS”. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi setiap tingkatan tersebut dan bagaimana menggabungkannya untuk menciptakan desain yang efektif dan sukses.

Tingkatan Pertama: Berpikir pada Level “DESIGN”

Pada tahap awal karir, fokus utama seorang desainer adalah pada aspek desain itu sendiri. Kamu perlu memusatkan perhatian pada hasil desain Kamu, memeriksa apakah warnanya sesuai, tipografinya pas, dan sebagainya. Detail-detail ini akan membantu menciptakan desain yang estetis dan menarik.

Penting bagi seorang desainer untuk menguasai elemen-elemen desain seperti komposisi, warna, tipografi, dan penggunaan ruang negatif. Kreativitas Kamu sebagai desainer akan memainkan peran penting dalam merancang tampilan yang menarik dan memikat pengguna.

Tingkatan Kedua: Berpikir pada Level “PRODUCT”

Setelah memahami aspek desain, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa desain yang Kamu buat memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan produk. Sebagai desainer, Kamu harus memastikan bahwa desain yang Kamu hasilkan memberikan pengaruh yang kuat terhadap produk.

Kamu perlu memahami visi dan nilai-nilai produk yang sedang Kamu rancang. Dalam hal ini, berkomunikasi secara efektif dengan tim pengembang produk dan pihak-pihak terkait lainnya sangatlah penting. Kolaborasi yang baik akan membantu Kamu menghasilkan desain yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan produk.

Tingkatan Ketiga: Berpikir pada Level “BUSINESS”

Tingkatan terakhir dalam perjalanan berpikir seorang desainer adalah tingkatan “BUSINESS”. Pada tingkatan ini, Kamu dituntut untuk menghubungkan tujuan bisnis, tujuan pengguna, dan tujuan desain agar desain yang Kamu hasilkan dapat memberikan keuntungan, dapat diandalkan dalam jangka panjang, dan selalu menghasilkan pengalaman pengguna yang baik.

BACA JUGA  Pilbup Way Kanan : Raden Adipati - Ali Rahman Unggul Telak dalam Quick Count Rakata Institute

Sebagai desainer, Kamu perlu memahami bagaimana desain yang baik dapat mempengaruhi kesuksesan bisnis. Kamu harus mempertimbangkan elemen-elemen seperti konversi penjualan, retensi pengguna, dan kepuasan pelanggan. Dengan menggabungkan elemen-elemen desain yang kuat dengan tujuan bisnis yang jelas, Kamu dapat menciptakan desain yang sukses secara komersial.

Menjadi seorang desainer yang sukses melibatkan pemahaman yang mendalam pada ketiga tingkatan berpikir ini: “DESIGN”, “PRODUCT”, dan “BUSINESS”. Dimulai dengan fokus pada desain itu sendiri, Kamu kemudian memperluas pemikiranmu untuk memastikan bahwa desain yang Kamu hasilkan memberikandampak yang signifikan pada perkembangan produk. Terakhir, Kamu menghubungkan desain dengan tujuan bisnis untuk mencapai keuntungan jangka panjang dan pengalaman pengguna yang baik.

Pentingnya menggabungkan ketiga tingkatan ini adalah untuk menciptakan desain yang holistik, yang tidak hanya memperhatikan aspek estetika tetapi juga memberikan nilai bagi produk dan bisnis secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tips untuk menggabungkan ketiga tingkatan berpikir ini:

Memahami kebutuhan produk: Sebelum mulai merancang, luangkan waktu untuk memahami produk yang sedang Kamu kerjakan. Kenali visi, misi, dan tujuan produk. Pahami target pengguna, kebutuhan mereka, dan tujuan bisnis yang ingin dicapai. Informasi ini akan membantu Kamu menciptakan desain yang relevan dan efektif.

Berkolaborasi dengan tim: Komunikasikan dengan tim pengembang produk, manajemen bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Diskusikan tujuan bisnis, target pengguna, dan harapan desain. Dengan kolaborasi yang baik, Kamu dapat menghasilkan desain yang menggabungkan perspektif dari berbagai bidang dan memastikan keselarasan antara desain, produk, dan bisnis.

Mempertimbangkan pengalaman pengguna: Desain yang baik tidak hanya memperhatikan aspek visual, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman pengguna. Lakukan penelitian pengguna untuk memahami kebutuhan dan harapan pengguna. Pertimbangkan alur interaksi, kemudahan penggunaan, dan kepuasan pengguna dalam merancang desain yang berfokus pada pengalaman yang positif.

BACA JUGA  Mengenal EdTech, Perpaduan Teknologi dan Pendidikan yang Mengubah Cara Belajar

Mengukur dampak desain: Setelah desain diimplementasikan, evaluasi dampaknya terhadap produk dan bisnis. Gunakan metrik yang relevan, seperti peningkatan penjualan atau retensi pengguna, untuk mengukur keberhasilan desain. Dengan melacak dan menganalisis hasilnya, Kamu dapat memperbaiki desain di masa depan dan terus meningkatkan kinerja bisnis.

Dalam dunia desain, kesuksesan tidak hanya didasarkan pada kreativitas semata, tetapi juga pada kemampuan untuk menggabungkan desain dengan kebutuhan bisnis dan pengguna. Dengan memahami dan menguasai ketiga tingkatan berpikir ini – “DESIGN”, “PRODUCT”, dan “BUSINESS” – Kita dapat menjadi seorang desainer yang holistik, mampu menciptakan desain yang efektif dan berdampak positif.

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.