Dana Darurat dan Investasi, Mana yang Harus Didahulukan?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Finansial – Dana darurat merupakan hal yang penting untuk disiapkan karena banyak hal tak terduga yang bisa terjadi kapan saja. Jumlah dana darurat perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, walau tak ada patokan nominal namun ada patokan bagiannya.

Dana darurat merupakan dana yang yang disediakan untuk menghadapi jika ada suatu kondisi tak terduga tiba-tiba terjadi.

Image : Freepik.com

Uang ini akan digunakan ketika terjadi sesuatu darurat yang memerlukan jumlah dana tertentu yang tak bisa diambil dari anggaran normal yang sudah disusun. Artinya, waktu penggunaannya pun belum bisa dipastikan namun bisa saja malam ini atau besok pagi.

Contoh waktu penggunaan yang bisa kita lihat selama pandemi ini misalnya ketika terkena PHK dan belum mendapatkan pekerjaan baru, bisa juga saat adanya bencana yang terjadi secara tiba-tiba seperti banjir, biaya kecelakaan, dan lain sebagainya. Hal ini berbeda dengan investasi yang biasanya memang sudah direncanakan untuk jangka waktu tertentu.

Jumlah dana darurat perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, walau tak ada patokan nominal namun ada patokan bagiannya.

Ilustrasi. Image : freepik.com

Setiap orang memiliki pengeluaran dengan nominal masing-masing, makanya biasanya pengeluaran inilah yang akan digunakan untuk perhitungan dana darurat yang perlu disiapkan.

Dilansir dari beberapa sumber, dana ini juga disesuaikan dengan jumlah tanggungan saat itu. Misalnya jika lajang maka dana yang perlu disiapkan biasanya 6 kali dari jumlah pengeluaran setiap bulan, jika menikah dan belum memiliki anak maka perlu menyiapkan dana sejumlah 9 kali jumlah pengeluaran, sedangkan jika sudah
memiliki anak maka dana yang disimpan bisa dialokasikan sebesar 12 kali jumlah pengeluaran dalam rumah tangga.

Dana darurat tergolong penting namun sering disepelekan padahal bujet ini akan menyelamatkan dari kemungkinan buruk pada keuangan.

Ilustrasi | pexels.com

Berbagai musibah bisa terjadi kapan saja yang kadang membuatmu harus mengeluarkan sejumlah uang, padahal biasanya bujet bulanan sudah disusun hanya sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan saja.

BACA JUGA  8 Investor Mindset Dalam Berinvestasi di Pasar Saham

Jika dana darurat tak disiapkan padahal terjadi hal yang tak terduga tersebut maka kemungkinan kamu akan terpaksa menggunakan uang tabungan yang sebenarnya akan digunakan untuk mempersiapkan masa depan. Hal ini akan merusak rencana keuangan yang sudah disusun selama ini. Salah-salah tak hanya uang tabungan yang habis, kamu juga bisa terlilit utang.

Walaupun investasi penting namun dana darurat juga tak kalah penting, kalau bisa sih dua-duanya berjalan beriringan Jika kamu masih memiliki banyak uang di luar pengeluaran bulanan yang sudah disusun maka kamu bisa memasukkan baik dana darurat maupun investasi secara beriringan.

Akan tetapi, jika sisa yang dimiliki ternyata belum cukup untuk keduanya maka perlu diingat bahwa dana yang diinvestasikan biasanya lebih sulit untuk dicairkan sehingga tak bisa diambil sewaktu-waktu kamu memerlukan dana untuk sesuatu yang darurat.

Belum lagi akan ada resiko mengalami kerugian, hal ini akan mempersulit jika ternyata kerugian terjadi dalam waktu yang pas saat kamu juga perlu dana darurat. Makanya
sebaiknya siapkan dana darurat dulu, baru jika sudah terkumpul dan memiliki ‘uang nganggur’ maka kamu bisa menggunakannya untuk investasi.

Investasi merupakan hal yang penting dilakukan untuk mendapatkan pendapatan pasif maupun demi persiapan masa depan, tapi kalau bisa jangan hanya ikut-ikutan saja namun harus sudah diperhitungkan.

Jangan lupakan pos-pos bujet lain yang tak kalah penting layaknya dana darurat(*)

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.