Apa Itu Bisnis Produk Digital dan Bagaimana Memulainya?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Bisnis Digital – Produk digital atau e-produk adalah produk dengan wujud bukan fisik atau biasanya berbentuk elektronik yang diperjualbelikan secara online melalui media internet.

Hadirnya produk digital memang memiliki keuntungan ganda. Pertama, tidak ada pengiriman yang menggunakan jasa pengiriman. Kedua, tidak perlu melakukan penyimpanan atau persediaan produk. Sehingga, produk digital dianggap produk termudah bagi pemula yang ingin menjalankan bisnis.

Tapi.. Gimana sih cara membuat dan menjual produk digital? Di sini Anda akan menemukan jawabannya. Jadi, yuk simak sampai selesai!

Apa Saja Contoh Produk Digital?

Image : Unsplash.com

Produk digital adalah produk yang tidak ada bentuk fisiknya. Walau begitu, manfaatnya bisa dirasakan melalui perangkat digital, seperti laptop, smartphone, atau tablet.

1. Ebook

Ebook adalah salah satu contoh produk digital yang banyak digemari sebagai sumber penghasilan pasif. Karena, semua orang bisa membuatnya. Bahkan, termasuk Anda!

Selama Anda punya keahlian yang bisa dibagikan ke orang lain, Anda dapat menuangkannya ke dalam sebuah ebook. Kemudian, Anda bisa mempublikasikannya secara mandiri atau melalui penerbit online.

2. Kursus Online

Saat ini, semakin banyak orang yang belajar melalui internet. Itulah mengapa kursus online menjadi salah satu produk digital yang potensial.

Anda bisa membuka kursus online untuk keahlian apapun yang Anda miliki. Baik itu memasak, public speaking, atau pun menggambar.

Lalu, di mana kursusnya bisa dijual? Anda bisa memanfaatkan berbagai platform. Mulai dari website Anda sendiri hingga platform kursus online seperti Udemy.

3. Foto

Anda punya hobi fotografi? Bagus! Karena Anda bisa menjadikan foto-foto Anda sebagai sumber penghasilan pasif juga.

Ada banyak platform yang bisa Anda manfaatkan sebagai tempat menjual foto. Salah satu yang paling populer adalah Shutterstock.

Di Indonesia, jumlah transaksi foto di Shutterstock mengalami peningkatan hingga 49% dari tahun ke tahun. Tentunya ini menunjukkan bahwa bisnis foto digital di Indonesia masih sangat menjanjikan.

4. Software

Produk digital lain yang bisa Anda jual adalah software, yaitu suatu program yang memiliki fungsi khusus. Contohnya, software produktivitas dan anti virus.

BACA JUGA  10 Strategi Media Sosial Marketing Untuk Bisnis Berskala Kecil

Jangan khawatir, Anda tak perlu membuat software sendiri kok. Karena, banyak juga distributor yang mendapat keuntungan dari penjualan berbagai software populer seperti Microsoft Office, Kaspersky Anti-Virus, atau Adobe Photoshop.

5. Game

Sama seperti software, game juga merupakan salah satu produk digital yang cukup banyak peminatnya.

Jika Anda tertarik untuk berjualan game, pastikan Anda selalu update dengan game-game terbaru. Karena, industri game sangat mengikuti tren. Selain itu, perluas variasi produk Anda, karena setiap genre game punya peminatnya masing-masing.

6. Aplikasi

Apakah Anda punya skill untuk mengembangkan aplikasi? Jika iya, Anda bisa memanfaatkan aplikasi yang Anda buat menjadi sumber keuntungan yang menjanjikan.

Salah satu platform yang bisa Anda gunakan untuk menjual aplikasi adalah Google Play. Caranya, Anda harus punya akun Google Play Developer dahulu. Kemudian Anda baru bisa memasang aplikasi serta menentukan harganya.

7. Preset Foto

Contoh produk digital lain yang bisa Anda buat adalah preset foto. Jadi, preset adalah filter yang dibuat secara custom. Setiap preset umumnya memiliki style yang unik, dan orang-orang bisa memasangnya dengan mudah di foto mereka.

Mengapa produk ini potensial? Karena saat ini banyak pengguna media sosial yang senang membagikan fotonya. Dan mereka bisa jadi membutuhkan preset untuk menghasilkan foto yang terlihat unik dan lebih menarik.

8. Template Presentasi

Jika Anda jago bikin slide presentasi, kenapa tidak menjadikannya sumber penghasilan juga? Produk ini dapat membantu orang-orang untuk membuat slide presentasi yang terlihat lebih menarik dan profesional.

Nah, agar template presentasi yang Anda buat semakin menjual, pastikan templatenya bisa digunakan di berbagai platform presentasi. Mulai dari Google Slides, Microsoft Powerpoint, hingga Adobe InDesign.

Memulai Bisnis Produk Digital

Apabila sudah tahu mana atau ada ide produk digital yang menurut kamu menjanjikan, bagaimana memulai bisnisnya?

1. Pikirkan dengan Matang Idenya

Apakah ide bisnis digital yang kamu pikirkan ada pasarnya? Apakah pasarnya besar, sudahkah ada pesaing?

BACA JUGA  Web Designer, Apakah Karir yang Menjanjikan di Masa Depan?

Untuk mencari tahu hal ini kamu bisa pergi ke forum-forum diskusi yang berkaitan dengan idemu. Bisa juga melihat calon kompetitor, bagaimana penjualan dan perkembangan mereka.

Kemudian apakah kamu punya kemampuan mumpuni di bidang itu? Apabila tidak punya skill yang cukup, harus apa?

Sebelum memutuskan apakah ide akan dieksekusi, pastikan dahulu jawaban dari pertanyaan di atas.

2. Tentukan Spesifik Produk Digital yang Dijual

Apabila kamu punya ide untuk menjual jenis produk tertentu, tentukan dengan spesifik apa produknya. Contoh, kamu ingin menjual eBook tentang tanaman, tapi apa yang dibahas? Cara merawat, penyakit, atau fokus di satu tanaman?

Untuk menentukan produk yang spesifik, ini bisa dikaitkan dengan skill dan pengetahuan yang kamu miliki. Setelah itu, riset pasar lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan mana yang lebih dicari konsumen.

3. Tentukan Siapa Target Market

Menentukan target market berhubungan dengan bagaimana hasil akhir produk yang dibuat. Mulai dari fitur yang dimiliki produk, bentuk produk, desain produk, sampai bagaimana nantinya produk akan dipasarkan dipengaruhi target market.

Misalnya apabila produk berupa eBook, maka siapa marketnya? Anak-anak, remaja, petani, orang awam, umum atau siapa? Penulisan, isi, gaya bahasa, sampul, hingga nantinya bagaimana produk dipasarkan tentunya akan berbeda.

4. Modal yang Diperlukan Untuk Memulai Bisnis

Menghitung modal yang diperlukan dan mengetahui modal yang mampu dikeluarkan itu penting. Pada saat penyusunan modal, dana yang ada juga tidak boleh hanya pas. Sebagai pebisnis resiko gagal selalu ada, untuk itu memiliki dana darurat sangat penting.

Perhitungan modal juga tidak hanya untuk biaya produksi, tetapi promosi, dan biaya operasional juga dihitung.

5. Membuat Produk Digital

Kamu sudah tahu mengenai produk digital yang akan dibuat, hingga siapa marketnya maka selanjutnya ke pembuatan produk.

Di awal kamu sudah melakukan riset pasar bukan sebelum menentukan produknya bukan? Riset itu bisa dipakai ketika tahapan membuat produk digital.

Dengan data riset kamu bisa tahu bagaimana caranya agar produk lebih menarik, dan berbeda. Apa yang bisa ditambahkan sehingga produk lebih menarik dari yang dimiliki pesaing. Tidak hanya skill dan pengetahuan, kreativitas juga dibutuhkan dalam proses pembuatan produk digital.

BACA JUGA  7 Tips Membangun Brand dengan Desain Web di 2021

Apabila dalam prosesnya bekerja sama dengan pihak lain, maka pastinya visinya sama. Pastikan pula partner tahu apa yang kamu inginkan dari produk dan bagaimana hasil akhirnya.

6. Memilih Platform Untuk Memasarkan Produk Digital

Memilih platform untuk memasarkan produk digital tentunya ditentukan berdasarkan target market. Di bawah ini ada beberapa marketplace produk digital terpercaya yang bisa kamu jadikan pilihan:

  • Google Playstore (Aplikasi dan eBook)
  • Amazon Kindle (eBook)
  • Udemy (Kelas Online)
  • Patreon (membership program berupa video, musik, komik, dll)
  • Shutterstock (foto)
  • Fastspring (software)
  • Envato Market
  • Envato Element
  • Menjual produk digital di marketplace seperti Shopee, Bukalapak, atau Tokopedia sebenarnya juga bisa.

Hanya saja, marketplace tersebut tidak dikhususkan untuk menjual produk digital. Jadi, penjual harus lebih giat dalam hal promosi karena biasanya hanya dipakai untuk tempat transaksi saja.

7. Bagaimana Memasarkan Produk Digital?

Memasarkan produk digital lebih sulit dari memasarkan produk yang memiliki bentuk fisik. Untuk produk digital, membuat mereka tertarik, ingin tahu, serta mau mencoba sangat penting.

Beberapa strategi promosi di bawah ini bisa kamu coba untuk memasarkan produk digital diantaranya:

  • Membuat konten yang berhubungan dengan produk di media sosial
  • Mengadakan pre launch event
  • Memberikan masa percobaan
  • Memberikan preview produk
  • Bekerja sama dengan influencer yang memiliki konten sesuai dengan produk
  • Review dari ahli atau orang yang akan dipercaya konsumen
  • Memberikan Diskon

Bisnis produk digital jika dibandingkan dengan bisnis online lain memang lebih fleksibel dan pasarnya lebih luas. Dengan pasar yang lebih luas, kemungkinan untuk berhasil juga lebih besar.

Hanya saja, produk kamu harus benar-benar memberikan value dan berbeda dari yang sudah ada. Selain itu, teknik promosi atau marketing yang tepat juga akan menentukan kesuksesan produk digital kamu.

Gimana,sudah siap untuk membuat produk digital pertamamu?

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.