“Kalau belum cukup menghasilkan, buat apa diteruskan?”
Pertanyaan itu pernah mampir di kepala saya. Beberapa kali, malah.
Saat ini, saya sedang fokus di tiga hal yang sedang saya bangun dan kembangkan:
dkonten.com, sebuah media digital yang saya dirikan bersama empat teman lainnya — kami berbagi visi soal konten media dan edukasi,
dkonten studio adalah tempat saya menyalurkan sisi kreatif untuk membantu brand dan bisnis lokal melalui desain website dan produksi konten berbasis SEO.
dan bytecourse, platform belajar digital yang saya bangun perlahan, dengan harapan bisa jadi jembatan bagi siapa saja yang ingin upgrade skill, terutama di bidang teknologi dan kreatif.
Masing-masing punya tantangan dan cerita sendiri.
Ada yang saya jalani bersama tim, ada juga yang lebih saya jalani sendiri.
Semuanya masih berjalan, namun belum ada satu pun yang bisa dibilang cukup berhasil secara penghasilan. Dan jujur saja, terkadang saya berpikir:
“Apakah saya hanya membuang-buang waktu?”
Tapi, Mengapa Saya Terus Melanjutkannya?
Karena saya tahu satu hal: semuanya memiliki potensi.
Media bisa menjadi sumber informasi terpercaya. Studio dapat membantu UMKM dan brand lokal berkembang. bytecourse bisa menjadi sarana belajar skill digital yang semakin relevan hari ini.
Namun di balik peluang itu, saya juga sadar bahwa saya bukan seorang pebisnis berpengalaman.
Saya tidak memiliki latar belakang bisnis. Saya belajar semuanya sambil jalan. Tentang legalitas, riset pasar, kurikulum, hingga hal-hal teknis seperti invoice dan NPWP.
Terkadang saya harus bertanya ke orang-orang, atau mencari referensi hingga larut malam, hanya untuk memahami bagaimana menyusun harga layanan yang masuk akal.
Tentang Tim, Partner, dan Dukungan yang Tidak Selalu Terlihat Tapi Sangat Terasa

Dalam sisi teknis, saya banyak terbantu oleh Kurnia Adiyoga, CEO & Founder CV. Semesta Teknologi, yang menjadi mitra kolaborasi dalam membangun berbagai sistem dan layanan digital.

Konten dkonten.com hadir berkat kolaborasi saya bersama Aji, Agung, dan Bambang. Kami memang bukan tim besar, tapi kami bekerja dengan hati dan semangat belajar.
Saya mungkin berjalan sebagai single fighter di beberapa lini, seperti bytecourse dan dkonten studio, tapi saya juga tumbuh dalam tim yang solid di dkonten.com, di mana saya berperan sebagai co-founder bersama empat rekan lainnya.
Di sisi teknis, saya banyak terbantu oleh partner seperti Kurnia Adiyoga dari CV. Semesta Teknologi.
Di sisi konten dan ide, ada teman-teman yang selalu bersedia berdiskusi, bahkan ketika hanya lewat DM atau voice note.
Di sisi keluarga, saya selalu merasa didukung, walaupun belum semua hasil bisa terlihat nyata.
Bagi saya, inilah bentuk dukungan yang tak selalu tampak, tapi sangat berarti.
Karena membangun bisnis digital, entah secara mandiri atau bersama tim, tetap menguras banyak energi baik secara mental maupun emosional.
Bukan Top of Mind, dan Saya Menyadari Itu
Saya sadar, brand yang saya bangun belum menjadi “top of mind.”
Bahkan mungkin masih banyak yang belum tahu bahwa bytecourse adalah platform lokal, atau bahwa dkonten.com sedang perlahan membangun konten edukatif.
Namun saya berusaha tetap jujur: saya sedang membangun. Bukan memaksakan.
Jalan Ini Lambat. Tapi Bukan Berarti Gagal
Dulu saya kira, kalau ide bagus dan niat kuat, hasilnya akan cepat. Tapi ternyata tidak.
Saya pernah ingin menyerah di tengah jalan.
Pernah merasa stuck hingga bingung sendiri.
Pernah membuka dashboard dan merasa sedih karena tidak ada traffic.
Namun lambat bukan berarti salah arah.
Saat ini saya mulai merapikan dokumen legalitas.
Saya menyesuaikan kurikulum bytecourse agar lebih relevan.
Saya mengevaluasi konten media dan layanan studio agar lebih fokus.
Dan meskipun semua ini masih berjalan perlahan, saya tidak ingin berhenti.
Untuk Anda yang Sedang Membangun Sesuatu Tapi Belum Cukup Berhasil dalam Penghasilan
Saya tahu rasanya.
Tidak punya pengalaman, tidak punya tim besar, tidak punya modal berlebih.
Hanya bermodal niat, ide, dan koneksi internet.
Namun percayalah, selama kita jujur dengan niat kita, terus belajar dan berkembang, itu bukan kegagalan.
Itu adalah proses bertumbuh.
Dan segala hal besar selalu dimulai dari fase ini.
Jika Anda juga sedang membangun sesuatu, silakan berbagi cerita.
Kadang, saling mendengarkan saja sudah cukup untuk menumbuhkan semangat yang hampir padam.
—
Ditulis oleh seseorang yang (masih) percaya,
bahwa berjalan pelan dengan konsisten, tetap bisa sampai tujuan.

3 Komentar
Thanks for sharing your honest thoughts on digital business struggles. I’ve also faced that ‘give up or keep going’ question. Your post encourages me to stay patient and persistent.
Thanks for sharing your honest thoughts on digital business struggles. I’ve also wondered if it’s worth continuing when profits are low. Your post encourages me to stay patient and keep trying.
Salut atas keterbukaannya, Mas Sugono. Banyak yang mengalami hal serupa tapi jarang dibicarakan. Mungkin yang penting bukan soal untung cepat, tapi seberapa kuat visi itu terus dikembangkan sambil tetap realistis.