Apakah Peran Front End Developer Bisa Digantikan oleh UI/UX Designer?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com – Bicara tentang peran Front End Developer dan UI/UX Designer dalam dunia pengembangan web, banyak pandangan yang berbeda. Sebagian orang berpendapat bahwa dengan semakin berkembangnya teknologi, peran Front End Developer bisa digantikan oleh UI/UX Designer. Mereka berargumen bahwa sekarang sudah ada banyak tools yang memungkinkan pembuatan halaman web dengan cara drag-and-drop tanpa harus menulis kode. Namun, apakah benar demikian?

Saya pribadi berpendapat bahwa peran Front End Developer tidak akan tergantikan begitu saja oleh UI/UX Designer, dan mari kita bahas alasannya lebih lanjut.

1. Kode yang dihasilkan oleh tools-tools drag-and-drop.

Memang benar, saat ini banyak tools yang memudahkan pembuatan tampilan web tanpa perlu menulis kode secara manual. Namun, perlu diingat bahwa kode yang dihasilkan oleh tools tersebut tidak selalu sempurna. Kode yang berantakan dan tidak efisien bisa mengakibatkan lambatnya kecepatan akses halaman web. Oleh karena itu, Front End Developer tetap diperlukan untuk merapikan dan mengoptimalkan kode yang dihasilkan oleh tools tersebut agar website dapat berjalan dengan baik dan efisien.

2. Mengelola keseimbangan estetika dan fungsionalitas.

Peran Front End Developer tidak hanya terbatas pada menerjemahkan desain dari UI/UX Designer ke dalam kode. Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa website tidak hanya terlihat bagus secara visual, tetapi juga berfungsi dengan baik. Sebagai contoh, dalam halaman login, seorang Front End Developer perlu membuat validasi untuk input email dan password. Validasi ini harus efisien dan tidak membebani pengguna, serta harus sesuai dengan desain yang telah dirancang. Selain itu, mereka juga harus merancang layout dan styling halaman sesuai dengan desain yang ada.

3. Mengelola data dari server.

Foto oleh Christina Morillo: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-close-up-orang-yang-mengetik-di-laptop-1181675/

Ketika pengguna memasukkan data di halaman web, seperti pada halaman login, Front End Developer bertanggung jawab untuk mengirim data tersebut ke server dan mengelola respon yang diterima dari server. Hal ini melibatkan pengelolaan respon ketika login gagal atau berhasil, serta mengambil data dari server untuk ditampilkan kepada pengguna. Semua ini memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana komunikasi antara frontend dan backend berlangsung.

BACA JUGA  Front-End, Back-End, Full-Stack, Apa Artinya?

4. Melakukan testing.

Front End Developer juga harus melakukan testing untuk memastikan bahwa kode yang mereka tulis berfungsi dengan baik. Unit testing diperlukan untuk memastikan bahwa setiap komponen atau unit dalam kode berjalan tanpa masalah. Ini membantu mencegah kesalahan dan memastikan bahwa website dapat berjalan dengan baik di berbagai situasi.

Selain empat poin di atas, Front End Developer juga harus terus mempelajari perkembangan terbaru dalam pengembangan web, mengimplementasikan framework, dan bekerja dengan tim melalui alur kerja yang efisien seperti Gitflow.

Dari berbagai tanggung jawab dan tugas yang harus diemban oleh seorang Front End Developer, terlihat bahwa peran mereka tidak dapat dengan mudah digantikan oleh UI/UX Designer. Keduanya memiliki peran yang berbeda, dan keberhasilan suatu proyek web seringkali bergantung pada kolaborasi yang baik antara keduanya. Meskipun ada beberapa individu yang memiliki kemampuan untuk melakukan keduanya, hasilnya mungkin tidak akan seoptimal jika dikerjakan oleh dua spesialis yang berbeda. Jadi, daripada mencoba menggantikan satu peran dengan yang lain, sebaiknya kita menghargai peran masing-masing dalam pengembangan web modern.

Share.

About Author

I am a Full-Stack Designer who loves to translate designs files into Website and Application, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.