dkonten.com, Kesehatan – Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri pria adalah disfungsi ereksi atau impotensi. Disfungsi ereksi adalah kondisi di mana pria tidak memiliki kemampuan untuk mencapai maupun mempertahankan ereksi untuk berhubungan seksual.
Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi seperti masalah psikologis hingga gaya hidup. Orang yang mempunyai masalah disfungsi ereksi ini akan rentan mengalami depresi dan stres.
Jika Anda mempunyai masalah tentang impotensi ini, sebaiknya lakukan konsultasi dokter online. Dengan berkonsultasi secara online, tentu saja akan memudahkan Anda dalam berkomunikasi dengan dokter.
Nah, berikut ini penjelasan mengenai disfungsi ereksi dan cara mengobatinya.
Penyebab disfungsi ereksi
Disfungsi ereksi disebabkan oleh banyak hal. Hal tersebut dikarenakan proses ereksi yang melibatkan otak, pembuluh darah, hormon, emosi, saraf, dan otot. Jika terdapat masalah pada hal-hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya disfungsi ereksi.
Berikut ini beberapa penyebab terjadinya disfungsi ereksi:
1. Faktor psikologis
Dalam ereksi, otak memiliki peran yang sangat penting. Saat sedang stres natau depresi, biasanya pria tidak akan terpengaruh oleh rangsangan seksual. Hal ini lah yang dapat menimbulkan terjadinya disfungsi ereksi.
Sebab lain yang dapat mempengaruhi psikologis seseorang yaitu perasaan bersalah, adanya trauma saat berhubungan intim, tidak tertarik dengan pasangan. Hal-hal seperti itu harus diminimalisir agar tidak terjadi disfungsi ereksi.
2. Faktor cedera
Terjadinya kerusakan saraf atau pembuluh darah akibat cedera dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Cedera yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi ini seperti, cedera tulang belakang, penis patah, cedera pada tulang panggul, dan lain sebagainya.
Cedera yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi ini tidak hanya cedera besar saja. Cedera kecil yang berulang seperti cedera pangkal penis akibat mengendarai sepeda dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan impoten terjadi.
3. Faktor tindakan medis
Jika Anda pernah menjalani operasi prostat dan kandung kemih, maka Anda berisiko akan mengalami gangguan disfungsi ereksi. Selain kedua operasi tersebut, tingakan medis yang dilakukan pada tulang panggul, tulang belakang, dan otak juga memiliki tingkat risiko yang sama.
4. Faktor obat-obatan
Beberapa obat dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Obat-obatan tersebut contohnya:
- Obat hormonal, untuk mengatasi kekurangan hormon testosteron
- Obat injeksi yang disuntik ke pangkal penis secara mandiri
- Obat-obatan untuk melancarkan aliran darah ke penis
- Obat supositoria yang dimasukkan ke dalam penis secara langsung
- Obat antidepresan
- Obat kemoterapi
Hal ini membuat Anda harus mengkonsultasikan terlebih dahulu terkait pemakaian obat-obatan tersebut. Anda juga harus memastikan efek samping yang terjadi.
5. Faktor penyakit
Disfungsi ereksi dapat juga terjadi akibat adanya penyakit atau masalah kesehatan. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi atau impoten:
- Obesitas
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Hipertensi
- Penyakit jantung dan pembuluh darah
- Parkinson
- Masalah prostat
- Gangguan hormonal
- Gagal ginjal
Anda yang memiliki penyakit yang sudah disebutkan tersebut harus berhati-hati terhadap efek yang terjadi, termasuk risiko disfungsi ereksi.
Gejala disfungsi ereksi
Pada disfungsi ereksi, gejala yang umum terjadi adalah sulitya mempertahankan ereksi. Beberapa gejala yang lain juga mungkin akan timbul. Berikut ini beberapa di antaranya:
- Terjadinya ejakulasi dini
- Menurunnya gairah dalam berhubungan seksual
- Tidak bisa ereksi sama sekali
- Tidak bisa mempertahankan ereksi
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.
Cara mengobati disfungsi ereksi
Walaupun tidak ada penanganan khusus dalam mengobatin disfungsi ereksi ini, namun, bukan berarti Anda tidak bisa menyembuhkannya. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kondisi disfungsai ereksi ini. Biasanya dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan penyebab yang mendasari terjadinya disfungsi ereksi ini.
Selain dengan bantuan pengobatan dari dokter, Anda juga bisa mengatasinya dengan cara mengubah gaya hidup. Gaya hidup yang sehat seperti berhenti merokok, akan sangat membantu mencegah terjadinya disfungsi ereksi.
Berikut ini beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi:
Obat minum
Kemungkinan besar dokter akan memberikan Anda obat-obatan yang akan meningkatkan aliran darah ke penis. Aliran darah ke penis dapat merangsang terjadinya ereksi.
Obat-obatan yang biasanya direkomendasikan adalah sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), avanafil (Stendra), dan vardenafil (Leviyta, Staxyn). Obat-obatan tersebut akan di sesuaikan dengan kondisi pasien dengan di bawah pemantauan dokter.
Terapi hormon
Disfungsi hormon biasanya terjadi akibat rendahnya hormon testosteron di dalam tubuh. Pada kondisi ini, Anda akan mendapat suntikan hormon untuk membantu meningkatkan hormon testosteron.
Terapi konseling
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi psikologis dapat mempengaruhi tingkatan ereksi seseorang. Jika penyebab terjadinya disfungsi ereksi yang Anda alami adalah kondisi psikologis, maka terapi konseling ini menjadi cara tepat untuk mengatasinya.
Anda bisa lakukan konseling bersama psikolog maupun psikiater untuk mengatasi permasalahan psikologis tersebut.
Akupuntur
Akupuntur ini menjadi terapi alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Terapi akupuntur ini memiliki teknik di mana jarum akan ditancapkan pada lokasi tertentu yang menjadi titik akupuntur.
Teknik ini dipercaya dapat menstimulasi saraf yang dapat membantu pelepasan neurostransmiter. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan akupuntur sebagai salah satu cara pengobatan disfungsi ereksi.
Prostatic Massage
Prostatic massage merupakan metode pengobatan disfungsi ereksi dengan cara memijat jaringan di sekitar lipatan paha. Pemijatan ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke penis.
Biasanya terapi ini diperlukan beberapa kali dalam seminggu. Durasi dari pemijatan ini sendiri pun disesuaikan dengan gejala yang Anda rasakan.
Itulah penjelasan mengenai disfungsi ereksi hingga cara mengobatinya. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera mengkonsultasikan hal tersebut ke dokter, baik secara online ataupun offline.
