Berikut 5 Tantangan Menjadi Pekerja Kreatif. Berani Coba?

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com – Industri kreatif di Indonesia terus berkembang, dan menuju ke arah yang semakin positif. Selain memperluas kesempatan kerja, kini bisnis digital yang kian menjamur juga berhasil mewadahi kreativitas anak-anak muda.

Tak heran jika banyak generasi milenial dan Gen-Z lebih memilih ke perusahaan yang masuk dalam ranah industri kreatif dari pada BUMN atau perusahaan swasta yang sudah mapan. Contohnya, startup digital.

Tapi ternyata bekerja di industri kreatif nggak semudah yang kamu bayangkan, banyak tantangan yang perlu kamu lewati. Penasaran apa aja sih tantangannya? Yuk disimak!

Karir dipertanyakan banyak orang

Ilustrasi Freelancer

Karier seorang penulis, desainer, atau profesi-profesi kreatif lainnya kerap dipertanyakan, bahkan dibanding-bandingkan dengan profesi sebagai PNS atau karyawan BUMN.

Tak jarang jenis pekerjaan ini mendapat tanggapan negatif dari masyarakat awam.

Tampaknya memang banyak orang yang belum menyadari bahwa perubahan gaya hidup yang berlangsung di tengah-tengah mereka juga tak lepas dari campur tangan para pekerja kreatif ini.

Contohnya, kemudahan yang kita rasakan saat berbelanja atau memesan makanan secara daring, melalui aplikasi yang tertanam di ponsel kita. Adalah desainer UI/UX (user interface/user experience) yang berperan dalam mendesain antarmuka aplikasi tersebut, demi menciptakan kenyamanan bagi para penggunanya.

Seringkali dianggap sepele

Ilustrasi

Banyak yang menganggap sepele para pekerja kreatif. Apalagi, terkadang pekerja kreatif kelihatan seperti “tidak bekerja”. Padahal, untuk melakukan koding atau membuat konten berupa tulisan, foto, dan video, yang dibutuhkan bukan hanya pengetahuan dan keterampilan teknis saja, melainkan juga ide kreatif yang sebetulnya bernilai mahal.

Hal inilah yang masih belum dipahami oleh banyak orang. Bahkan, bermain game, browsing Internet atau streaming video merupakan salah satu cara pekerja kreatif untuk mencari inspirasi.

BACA JUGA  Ini Dia, 10 Kesalahan Umum Investor Pemula

Harus bisa mengelola mood, karena ide tak selalu mengalir

Ilustrasi

Ide dan inspirasi tak selalu mengalir seperti yang diharapkan. Pekerja kreatif dituntut untuk bisa menghasilkan karya dengan kreativitas yang tinggi. Apalagi jika berkaitan dengan deadline dan revisi klien yang terus menerus, pekerjaan akan menjadi terasa lebih berat!

Dihantui Revisi

Image : Freepik.com

Permintaan klien kadang-kadang suka berubah, sebagai pekerja kreatif kamu harus siap dengan yang namanya revisi karena hal itu akan selalu ada menghantui kamu. jika revisi hanya merubah sedikit dari visual atau penulisan tidak terlalu menjadi masalah, tapi bagaimana kalau dirubah secara keseluruhan mulai dari konsep dan tema? Hmmm pasti akan sulit ya.

Profesi yang mudah tergantikan

Image : Freepik.com

Tergerusnya eksistensi media konvensional akibat kemajuan teknologi menandakan betapa pesatnya perkembangan industri kreatif. Jadi siapa yang tidak sigap, pasti akan tertinggal.

Sebagai contoh, seorang desainer grafis yang merasa puas mengerjakan materi promosi offline sepanjang karier perlahan mulai tergantikan oleh para lulusan baru dengan ide dan keterampilan yang lebih mumpuni.

Padahal, andai saja dia menambah portofolio serta terus memperbarui keahliannya, bukan tak mungkin karirnya akan terus berkembang, misalnya dipercaya untuk menjadi desainer UI/UX di perusahaan teknologi.

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.