Belajar dari Eli Schwartz: Masa Depan SEO dengan Pendekatan Product-Led

Pinterest LinkedIn Tumblr +

SEO Marketing – SEO selalu jadi topik hangat di dunia digital marketing. Setiap tahun ada saja perubahan algoritma, update besar dari Google, sampai munculnya tren baru yang bikin para praktisi harus adaptif. Tapi, ada satu hal yang jarang berubah: SEO sering dipahami hanya sebagai permainan kata kunci dan ranking.

Beberapa waktu lalu, saya menonton sebuah diskusi menarik di SEOCon Jakarta 2024, di mana Ilman Akbar berbincang dengan Eli Schwartz, penulis buku Product-Led SEO. Dari video itu, saya mendapatkan banyak insight segar tentang bagaimana seharusnya kita memandang SEO di masa depan. Menurut saya, ini bukan cuma teori, tapi cara pandang yang relevan banget buat siapa pun yang serius di dunia digital.

SEO Bukan Lagi Sekadar Main Algoritma

Kalau dulu kita sering dengar nasihat “riset kata kunci yang tepat, bikin konten, lalu optimasi biar ranking naik”, sekarang pendekatan itu semakin rapuh. Kenapa? Karena Google makin pintar. Algoritma pencarian sekarang bisa memahami konteks, intent pengguna, bahkan kualitas pengalaman di sebuah website.

Artinya, kalau kita masih terjebak di mindset lama—fokus hanya pada keyword—hasilnya nggak akan bertahan lama. SEO jadi kayak balapan yang capek sendiri, terus-menerus mengejar perubahan.

Dari video itu, Eli Schwartz menekankan pendekatan berbeda: SEO sebaiknya dibangun dari produk itu sendiri, bukan dari trik algoritma semata.

Apa Itu Product-Led SEO?

Dalam bukunya, Eli mengenalkan istilah Product-Led SEO. Konsepnya sederhana:
Bukan algoritma yang jadi pusat strategi SEO, tapi produk dan penggunanya.

Dengan kata lain, kita tidak lagi menanyakan “keyword apa yang banyak dicari?”, melainkan:

  • Siapa pengguna kita?
  • Masalah apa yang mereka hadapi?
  • Bagaimana produk atau layanan kita bisa jadi solusi?
BACA JUGA  Memahami 6 Prinsip-Prinsip UI Design: Kunci untuk Membuat Desain yang User-Friendly

Ketika pertanyaan ini terjawab, SEO bukan lagi tempelan di akhir. SEO sudah melekat dalam produk sejak awal perancangan. Hasilnya? Website lebih relevan, lebih bermanfaat, dan secara otomatis lebih ramah terhadap mesin pencari.

Bedanya dengan SEO Tradisional

Biar lebih jelas, Eli kasih perbandingan yang menarik antara Amazon dan eBay.

  • eBay banyak mengandalkan halaman listing yang dikejar dengan keyword populer. Masalahnya, begitu listing itu expired, halaman hilang dan traffic juga drop.
  • Amazon justru mengintegrasikan SEO ke dalam strukturnya. Setiap produk, kategori, hingga review pelanggan, semua terhubung. Walaupun tanpa optimasi konten manual, Amazon tetap muncul di peringkat atas.

Dari contoh itu terlihat jelas: produk yang dibangun dengan mindset SEO akan lebih tahan lama dibanding SEO yang hanya mengandalkan konten keyword.

Kenapa Product-Led SEO Lebih Relevan?

Ada beberapa alasan kenapa pendekatan ini penting banget untuk masa depan:

  1. Tahan terhadap perubahan algoritma
    Karena fokusnya pada kebutuhan manusia, bukan trik mesin. Jadi ketika Google update, website tetap relevan.
  2. Lebih berkelanjutan
    Kita nggak perlu bikin ribuan artikel “asal ada konten” yang cepat basi. Konten dan produk yang bermanfaat akan terus dicari.
  3. Mendukung brand building
    Strategi ini bikin brand lebih dipercaya, karena user merasakan manfaat nyata dari produk dan konten yang kita sediakan.

Bagaimana Cara Menerapkan Product-Led SEO?

Kalau dengar teorinya saja, mungkin terasa abstrak. Tapi Eli kasih beberapa langkah praktis yang bisa jadi pegangan:

1. Mulai dari Memahami Pengguna

Bukan lagi sekadar riset kata kunci, tapi riset pengguna. Tanyakan:

  • Siapa audiens utama kita?
  • Apa yang mereka cari saat masuk ke Google?
  • Bagaimana mereka bisa diarahkan menuju produk kita?
BACA JUGA  Ternyata Beberapa Orang Di Dunia Takut Terhadap Hujan Loh. Simak Sebabnya!

2. Fokus pada Nilai Produk

Konten bukan sekadar “artikel SEO”, tapi bagian dari perjalanan pengguna. Misalnya, jika kamu punya aplikasi keuangan, bikin konten edukasi yang benar-benar membantu orang mengelola keuangan.

3. Bangun Struktur Website yang Mendukung

SEO bukan cuma soal teks, tapi juga arsitektur. Pastikan produk, kategori, hingga navigasi website jelas dan mudah dipahami.

4. Libatkan Tim Lintas Fungsi

SEO bukan kerjaan tim marketing saja. Butuh kolaborasi dengan tim produk, UX, dan bahkan developer. Dengan begitu, SEO terintegrasi dalam keseluruhan pengalaman pengguna.

5. Ukur yang Benar

Jangan hanya puas dengan trafik dan ranking. Lihat metrik yang lebih relevan: apakah pengunjung jadi pelanggan? Apakah mereka kembali lagi? Apakah ada dampak ke revenue?

Insight yang Bisa Kita Ambil

Dari diskusi ini, saya pribadi jadi makin yakin bahwa masa depan SEO ada di pendekatan holistik. Bukan lagi SEO yang berdiri sendiri, tapi SEO yang jadi bagian dari strategi produk.

Kalau kita masih terjebak di pola lama—kejar kata kunci, bikin konten seadanya, lalu berharap bisa ranking—besar kemungkinan kita akan tertinggal.

Sebaliknya, dengan mindset Product-Led SEO, kita membangun sesuatu yang:

  • Berguna untuk user
  • Kuat secara teknis
  • Tahan lama di mesin pencari

Penutup

Menonton diskusi antara Eli Schwartz dan Ilman Akbar di SEOCon Jakarta 2024 benar-benar membuka mata. Intinya sederhana tapi powerful: SEO terbaik adalah SEO yang dibangun dari produk yang kuat.

Ketika produk kita memang dibutuhkan, konten kita membantu, dan pengalaman pengguna menyenangkan, algoritma apa pun tidak akan jadi masalah besar.

Jadi, buat teman-teman praktisi SEO atau pemilik bisnis online, mungkin sudah waktunya berhenti hanya fokus pada ranking. Saatnya fokus pada produk, pengguna, dan tujuan jangka panjang. Karena pada akhirnya, itulah yang akan membuat SEO kita benar-benar hidup, relevan, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Hei Web Developer, Inikah Lima Kegelisahan yang Kamu Rasakan?
Share.

About Author

Dkonten Studio is a web and SEO agency that helps businesses stand out in the global market. We specialize in building professional WordPress websites and crafting effective international SEO strategies that actually get results.

Leave A Reply