dKonten.com, Pesawaran– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pesawaran, M Nasir, meminta Kapolres Pesawaran untuk turun langsung menangani dugaan korupsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Wayratai, Kecamatan Wayratai, Kabupaten Pesawaran.
Sebab, menu makanan dibagikan SPPG Wates Wayratai kemarin (23 Februari 2026) sangat memprihatinkan karena hanya berisi satu roti kemasan plastik, sekitar 4 buah kurma dan sebungkus kecil abon.

Menu MBG di salah satu SD di Wates Wayratai, Pesawaran
Menurut, ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pesawaran itu, tidak menutup kemungkinan, perbuatan serupa dilakukan oleh SPPG lain.
“Saya kira menu yang ada di SPPG Wates Wayratai ini sangat memprihatinkan. Kami masyarakat sudah mengkritik, DPRD juga sudah mengadakan rapat dengar pendapat, saya meminta agar Kapolres Pesawaran harus mengambil langkah-langkah hukum,” kata M Nasir, Selasa, 24 Februari 2026.
Dikatakan M Nasir, program MBG dibiayai oleh uang negara yang berasal dari pajak rakyat, sehingga jika menu makanan tidak sesuai dengan nilai yang diberikan, maka itu sudah terindikasi korupsi.
“Penerima manfaat wajib mendapatkan menu senilai Rp10 ribu, tapi jika hanya diberikan menu bernilai dibawah ketentuan bahkan sampai Rp5 ribu, ini sudah terindikasi korupsi,” kata dia.
Karena itu, M Nasir pun meminta Kapolres Pesawaran dapat memberikan tindakan tegas dalam menangani permasalahan ini, dan harus mengambil langkah hukum terhadap SPPG Wates Wayratai atau SPPG lain yang terlibat.
“Kami berharap Kapolres Pesawaran dapat menindaklanjuti dengan serius dan profesional.”
“Supaya ada efek jera, kalau terus begini tidak selesai. Saya takut akhirnya menimbulkan kemarahan rakyat,” katanya.
Menurut dia, masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban korupsi MBG.

Menu MBG di SMPN 1 Gedongtataan Pesawaran
Tak jauh berbeda dengan MBG Wayrtai, menu MBG di SMPN 1 Gedongtataan yang dibagikan hari ini (24 Februari) hanya berupa satu roti kemasan plastik, sekitar 4 buah kurma, lima buah kelengkeng dan sebungkus kecil abon serta sebungkus kecil keripik tempe.
Sementara, pengelola SPPG Wayratai saat dikonfirmasi melalui telpon tidak memberikan respon, padahal nomor dalam kondisi aktif. (**)
Tim
