Tips Handover Hasil Kerjaan Desain UI Kamu ke Developer

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Desain Produk – Setelah rancangan desain selesai dikerjakan oleh Desainer UI/UX secara keseluruhan dan sudah melewati uji prototype, biasanya desain akan diserahkan ke Developer untuk nantinya diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman. Proses inilah yang sering disebut dengan istilah Design Handoff.

Mungkin dalam bayangan kita yang awam, gampang banget ni kerjaan Desainer UI/UX. Desain selesai tinggal serahkan urusan perkodingan ke Developer dan bisa kerja sambil duduk santai. 😀

Akan tetapi, pada prakteknya proses design handoff nggak semudah yang kamu bayangkan.
Seringkali terjadi banyak kesalahpahaman antara designer dan developer, beda persepsi, dan kadang salah interpretasi.

Hal ini tentunya dikarenakan designer yang nggak begitu paham tentang koding, dan sebaliknya developer juga nggak banyak tahu mengenai proses desain.

Akibatnya, waktu banyak terbuang dan kerjaan jadi makin ruwet.

Bagaimana proses design handoff dari desainer ke developer?

  • Siapkan design responsive (Jika design nya adalah design website)
  • Pastikan assets dibuat exportable sesuai kebutuhan
  • Pastikan menggunakan Grid
  • Kumpulkan semua warna yang digunakan
  • Kumpulkan semua Typography yang digunakan

Yang perlu kamu ingat, walaupun designer sudah melakukan proses handover kepada developer melalui link figma, zeplin atau yang lainnya bukan berarti proses pembuatan produk atau website nya telah selesai di sisi designer.

Communication is the key!

Ilustrasi

Kolaborasi antara designer dan developer memainkan peran yang penting dalam keberlangsungan project.
Persiapan handoff sebaiknya dilakukan di awal sebelum keseluruhan proses mendesain dimulai.

Di sini, komunikasi adalah kuncinya. Sebelum memulai, pastikan baik itu designer dan developer sudah selaras dan seirama.

Kamu bisa berdiskusi dengan developer mulai dari membicarakan hal-hal teknis terkait workflow, guidelines, tools yang akan digunakan, pengkategorisasian file, hingga penggunaan istilah pada produk dan penamaan pada screen.

BACA JUGA  10 Makanan Ini Bisa Meningkatkan Gairah, di Hari Kesehatan Seksual Sedunia

Don’t let it just flow

Photo by Kaleidico on Unsplash

Membuat flow bukan hanya sekadar menyatukan screen per screen.

Buatlah flow yang seperti peta alur dari semua screen yang selogis mungkin dan saling berelasi satu dengan lainnya.

Kamu harus memastikan bahwa flow yang dibuat merupakan prototype yang interaktif serta dapat dimengerti dengan jelas oleh developer.

Jika diperlukan, tambahkan juga beberapa komentar atau catatan untuk developer pada beberapa screen statis, karena nggak semua screen merupakan high-fi prototype. Hal ini akan mempermudah developer untuk mengimplementasikannya ke dalam bentuk kode.

Real-time kolaborasi dan iterasi

Walau pekerjaan dialihkan, namun proses kolaborasi antara designer dan developer engga berhenti disana, biasanya ada proses diskusi dan juga Quality Assurance (QA) yang melibatkan Designer juga.

Serupa lomba lari estafet, pelari harus memastikan bahwa tongkat yang ia bawa sudah betul-betul sampai ke tangan pelari berikutnya dengan selamat.
Begitupun dengan proses design handoff, agar proses ini berjalan dengan baik dan sentosa, sinkronisasi antara UI/UX designer dengan developer di sini sangatlah krusial.

Karenanya, penting banget nih bagi designer untuk mengikutsertakan developer selama proses desain berlangsung dari awal hingga akhir.

Koordinasi nggak cuma dilakukan sekali ataupun dua kali, tapi secara terus-menerus ya! Bukan hanya supaya design handoff berjalan sukses, tapi juga agar designer dan developer makin saling mengerti satu sama lain!

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.