Renovasi Rumah yang membuat Harga Jual Anjlok

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Properti – Bagi anda yang mempunyai rumah dan mempunyai niat untuk dijual. Apa saja bagian rumah yang mau diubah peruntukannya. Karena bagaimana pun kerennya rencana arsitektur yang sudah disiapkan, jangan sampai perubahan tersebut justru mengurangi harga jual rumah.
Percaya atau tidak, memoles rumah secara salah, justru bisa membuat harganya jatuh lho. Malah, rumah tersebut jadi semakin sulit untuk dijual. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk renovasi jelas tidak sedikit.

Seperti dirilis oleh Time.com, sebuah laporan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa tujuan merenovasi rumah untuk dijual kembali, agar mendapatkan harga lebih tinggi sering tidak tercapai. Dana yang dikeluarkan untuk renovasi malah lebih sering tidak kembali.

Nah, bagi Anda yang punya rencana serupa, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan sebelum merenovasi rumah. Jangan sampai Anda salah mengubah peruntukan sejumlah bagian rumah di bawah ini:

1. Kolam renang

Ilustrasi kolam renang | Pexels

Punya kolam renang pribadi di rumah, tentu akan sangat menyenangkan. Tetapi, bagi orangtua yang memiliki anak kecil, kolam renang cukup menakutkan. Jika Anda membangun kolam renang dengan tujuan menambah nilai jual rumah, sebaiknya pikirkan lagi masak-masak.

Sebab, banyak pembeli tidak menginginkan fasilitas tersebut. Jika sangat menginginkan kolam renang tersebut, sekadar saran saja, lebih baik bangun kolam renang atas dan bukan kolam renang gali. Alasannya, kolam renang atas akan lebih mudah dibuang jika calon pembeli tidak menginginkannya.

2. Mengubah rumah menjadi hunian dan kantor

Ilustrasi kantor | Pexels

Buat orang yang kerja dari rumah, punya home office permanen akan membuat aktivitas menjadi lebih mudah. Tetapi, begitu tiba waktunya untuk menjual rumah seperti ini, harganya akan turun drastis. Alasannya, pembeli lebih memilih kamar tambahan untuk tamu dibandingkan ruangan kantor.

Sebab, di Indonesia lebih banyak pekerja sektor formal dibanding pekerja non formal yang bisa bekerja dari rumah. Praktis, pembeli yang sesuai dengan fungsi rumah kantor tersebut lebih sedikit.

3. Mengubah garasi jadi kamar

Anda tinggal di perumahan yang memiliki jalan besar di depan rumah, sehingga berpikir untuk mengubah garasi menjadi kamar. Jika keluarga atau tamu datang, tidak perlu pusing memikirkan kamar tidur. Toh, mobil bisa diparkir di depan rumah.

Sebaiknya, lawan keinginan ini. Banyak pembeli rumah, khususnya di kota besar seperti Jakarta, membutuhkan garasi pribadi ketika membeli rumah. Memang jalan di depan rumah cukup luas untuk parkir, tetapi tetap lebih aman memarkirkan kendaraan di dalam rumah.

Siapa tahu juga, jalan tersebut akan dipersempit. Sehingga, di kemudian hari, memarkir kendaraan di situ tidak nyaman lagi.(*)

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.