Panduan Cara Beli Saham Pertamamu, Peluang Raih Cuan

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Investasi Saham – Saham belakangan ini menjadi topik terhangat di kalangan milennial. Tak sedikit yang kini berlomba-lomba untuk menjadi investor saham, sebab mulai banyak yang melirik potensi keuntungan yang bisa didapatkan di pasar modal.

Saham menjadi salah satu investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang yang sangat bagus, maka dari itu jika kamu juga tertarik untuk bermain saham kamu perlu memahami dengan benar bagaimana cara investasi saham.

Keuntungan saham

Ada dua keuntungan sekaligus yang menjadi daya tarik dari investasi saham, yaitu mendapatkan capital gain dan menerima dividen.

1. Dividen

Dividen adalah semacam pembagian keuntungan yang diberikan suatu perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Besarnya dividen bervariasi tergantung besarnya pendapatan perusahaan tersebut.

Dividen dibagikan setelah adanya persetujuan pemegang saham dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Biasanya dividen dibagikan setiap tahun, tetapi hal tersebut tergantung perusahaan tersebut. Ada perusahaan yang rajin membagi dividen, ada pula yang tidak. Dividen bukan merupakan kewajiban perusahaan.

Ada kalanya perusahaan tidak membagi dividen, karena merugi atau labanya digunakan untuk ekspansi perusahaan. Agar berhak mendapatkan dividen, investor tersebut harus memegang saham tersebut untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai yaitu uang tunai atau dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah saham tambahan sesuai porsi saham yang dimiliki.

Secara nominal, dividen tunai biasanya tidak besar nilainya. Kisaran dividen yang diterima pemegang saham antara 1%-3% dari harga saham.

Walaupun tidak besar, namun dividen yang diterima bisa menjadi pemasukan rutin bagi investor, jika memiliki saham yang rajin membagi dividen. Sebagai catatan, dividen yang diterima investor masih harus dipotong pajak penghasilan.

BACA JUGA  Tips Memilih Kado untuk Orang Spesial

Pajak dividen sejak tahun 2009 adalah sebesar 10% dari nilai dividen yang diterima.

2. Capital Gain

Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham. Seperti dibahas sebelumnya membeli saham adalah membeli bisnis.

Umumnya jika suatu perusahaan memiliki usaha yang berjalan baik, maka banyak investor tertarik membeli saham tersebut.

Dengan demikian terdapat permintaan lebih besar terhadap saham tersebut, sehingga mengakibatkan harganya naik. Maka pemilik saham perusahaan tersebut akan diuntungkan oleh kenaikan harga saham.

Contoh capital gain adalah sebagai berikut: Anda membeli saham ABCD dengan harga per sahamnya Rp 1.000 dan menjual dengan harga Rp 1.200, berarti Anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 200 per lembar sahamnya. Keuntungan ini masih belum dipotong biaya transaksi saham.

Keuntungan terbesar dari pemilik saham biasanya terletak pada capital gain, karena kenaikan harga saham bisa berlipat-lipat dalam jangka panjang.

Bahkan bisa membuat pemilik saham menjadi kaya. Bahkan tingkat keuntungan membeli saham bisa jauh lebih tinggi dari membeli emas

Cara membeli saham

Ilustrasi Saham

Dikutip dari laman Yuknabungsaham yang dikelola PT Bursa Efek Indonesia, untuk cara membeli saham, investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham dan membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (fee broker).

Sedangkan untuk penjualan saham, total dana yang didapat investor adalah nilai sesuai harga jual saham dikurangi biaya transaksi dan PPh. Biaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, tetapi umumnya 0,2 — 0,3 persen dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah PPh 0,1 persen khusus untuk transaksi penjualan saham.

Meski dihitung per lembar, cara beli saham juga tak bisa dilakukan dengan pembelian per lembar, tetapi harus dilakukan dalam 1 lot. Menurut aturan BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham.

BACA JUGA  8 Jenis Tabungan yang Wajib Kamu Punya Sejak Usia Muda

Modal beli saham

Image : Unsplash.com

Modal membeli saham sangat ditentukan oleh tiga faktor, yaitu harga saham perusahaan yang akan dibeli, fee transaksi sekuritas, dan jumlah saham yang akan dibeli.

Saat ini, seseorang bisa mulai membeli saham di BEI dengan modal sekitar Rp 100.000 untuk pemula. Sebagai ilustrasi, pada Januari 2020 seorang bernama A ingin membeli sebanyak 2 lot saham PT ABCD yang harganya Rp 1.000 per lembar saham. Sementara perusahaan sekuritas menetapkan biaya transaksi sebesar 0,3 persen. Maka, total jumlah modal yang diperlukan adalah sebesar Rp 200.600. Rinciannya yakni Rp 200.000 untuk membeli saham (2 lot x 100 saham x Rp 1.000). Lalu biaya sebesar Rp 600 yang berasal dari fee transaksi sebesar 0,3 persen x Rp 200.000. Berikutnya setahun berselang atau pada Januari 2021, A memutuskan untuk menjual 2 lot saham PT ABCD miliknya. Harga saham PT ABCD sudah naik menjadi Rp 1.200 per lembar saham.

Dalam transaksi jual saham, transaksi yang dilakukan A dikenakan biaya transaksi sebesar 0,3 persen dan pajak PPh atas transaksi jual sebesar 0,1 persen. Maka, total uang yang akan didapatkan A dari penjualan saham PT ABCD yakni sebesar Rp 239.040. Rinciannya, A menerima sebesar Rp 240.000 dari saham PT ABCD yang dijual (2 lot x 100 saham x Rp 1.200).

Lalu transaksi tersebut dipotong biaya transaksi sebesar Rp 720 (0,3 persen x Rp 240.000) dan pajak PPh sebesar Rp 240 (0,1 persen x Rp 240.000).

Tahapan cara membeli saham:

Ilustrasi Saham

  1. Siapkan dokumen berupa KTP, NPWP, buku tabungan, dan meterai.
  2. Datang ke kantor perusahaan sekuritas terdekat atau bisa mendaftar melalui online. Untuk daftar perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia dan melayani transaksi jual beli saham di BEI bisa dilihat di sini.
  3. Isi formulir pendaftaran sebagai investor pasar modal yang disediakan oleh perusahaan sekuritas.
  4. Investor harus menyetorkan dana awal ke nomor rekening dana investor atau RDI. Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki ketentuan yang berbeda-beda untuk besaran dana awal yang harus disetorkan.
  5. Jika pendaftaran sudah diproses, investor akan diberikan akses untuk masuk ke akun dashboard untuk melakukan transaksi jual beli saham milik perusahaan sekuritas, seperti PIN transaksi, password, dan user ID.
BACA JUGA  9 Jenis Orang yang Mudah Selingkuh

Sebagai informasi, perusahaan sekuritas atau perusahaan efek adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk dapat melakukan kegiatan sebagai perantara perdagangan efek (broker).

Sementara rekening dana investor atau RDI adalah rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor.

Jangan ragu untuk melakukan konsultasi atau bertanya dengan pihak sekuritas jika investor masih pemula, seperti bagaimana cara membeli saham (cara beli saham) yang disesuiakan dengan modal yang dimiliki.

Aktiflah mencari informasi dan mempelajari saham-saham perusahaan yang memiliki prospek bagus untuk dikoleksi di portofolio investasi. Biasanya, setiap perusahaan sekuritas sudah menyediakan berbagai analisis prospek saham secara gratis. Informasi ini bisa didapatkan di situs ataupun aplikasi pembelian dan penjualan saham yang disediakan.

Selain itu, agar sukses dalam berinvestasi saham adalah investor pemula disarankan untuk mempelajari berbagai analisis saham, seperti analisis teknikal dan analisis fundamental.

Perusahaan sekuritas juga akan menyediakan informasi data update perubahan harga saham, baik naik maupun turun, yang bisa diakses dengan mudah secara daring. Ini karena pergerakan harga saham adalah sangat fluktuatif.(*)

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.