Kuliner “Pandap” Khas Krui Pesisir Barat

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Pesisir Barat- Bagi anda pecinta kuliner belum lengkap rasanya jika belum merasakan penganan Pandap khas Krui Pesisir Barat. Kuliner yang satu ini menjadi penganan khas bagi sebagian masyarakat yang menetap di wilayah Pesisir Barat Provinsi Lampung.

Menurut salah seorang pengrajin Pandap yang beralamat di Lingkungan Pasar Mulia Barat, Pasar Krui, Maysaroh, pandap merupakan makanan yang terdiri dari parutan kelapa dan diberi racikan bumbu rempah juga potongan ikan yang dibungkus dengan gulungan daun talas muda. Kemudian dibungkus dengan beberapa lapis daun pisang, diikat dengan tali serat rami dan dikukus.

Penganan ini biasanya disantap sebagai menu untuk lauk bagi sebagian masyarakat di Pesisir Barat.  Bagi masyarakat pecinta kuliner yang suka, menyantap makanan ini tanpa nasi, memberi sensasi rasa yang lebih tajam di lidah dan rasa khas.

Kuliner pandap via lampungdirectory.com

Lebih lanjut menurut ibu tiga anak ini, Pandap tidak hanya akrab dilidah warga Krui, bahkan sudah menjadi kebiasaan bagi warga Krui yang ada di perantauan. Menurutnya biasanya pesanan datang tidak hanya dari masyarakat yang tinggal di Krui saja.  Ada beberapa pesanan yang khusus dipesan masyarakat Krui yang tinggal diperantauan seperti Jabodetabek.

“Orang Krui yang tinggal diperantauan, mereka umumnya sudah terbiasa dengan menu yang satu ini. Terkadang rasa rindu menyantap panganan ini, sampai mereka pesan untuk dikirim ke Jakarta.  Dalam sebulan ada saja yang minta dibuatkan,” ujar  wanita paruh baya yang sudah menekuni usaha kuliner pandap selama  lebih dari 15 tahun lamanya.

Lebih jauh ibu yang biasa disapa “Mamak May” itu, menjelaskan bahwa di Krui sepengetahuannya ada belasan pengrajin Kuliner Pandap yang masih tersisa. Mereka hanya sebatas usaha sambilan sekala rumah tangga biasa.  Mereka terkadang  membuat panganan ini yang kemudian untuk dijual dipasar Way Batu Krui atau dijajakan langsung keliling dari rumah kerumah.

BACA JUGA  Sensasi Citarasa Pedas Ala Sambel Alu di Bandar Lampung

Namun saat idul fitri tiba, pasti banyak yang membuat pandap dadakan.  Menurutnya sebagian karena pesanan untuk oleh-oleh atau untuk dimakan sendiri. Maklum disaat idul fitri, banyak warga Krui perantau yang  mudik pulang kampung. Kesempatan itu tidak disia-siakan karena memberikan tambahan rezeki tersendiri bagi para pembuat Pandap khas Krui Pesisir Barat.

Bagi mamak May, dengan banyaknya pengrajin pandap saat lebaran tiba, dirinya tidak merasa tersaingi. Ini  karena Pandap racikan Mamak May sudah akrab dilidah pelanggan setianya alias sudah punya pelanggan khusus. Bahkan sampai ke Jakarta terkadang ada yang pesan untuk dikirim kesana” tukasnya.

Asal usul sejarah panganan yang satu ini memang belum jelas betul keberadaanya di wilayah pesisir barat Krui. Namun menurut cerita beberapa warga, konon kuliner ini sudah ada sejak abad kedelapan belas yang merupakan makanan yang disajikan saat perhelatan atau pesta di masyarakat pesisir barat.

Sepintas memang ada kemiripan antara Pandap dengan kuliner khas masyarakat Jawa yang biasa dikenal dengan “bebutuk”.  Namun yang membedakanya yaitu racikan kelapa dan bumbu rempah yang cukup menyengat dan nikmat ditambah oleh adukan ikan yang tercampur secara merata di dalam balutan daun talas (bebat) yang direbus selama ber jam-jam sehingga daun pembungkus memiliki tekstur yang lebih lembut.

Kalau bicara harga memang  tergolong ekonomis, untuk satu ikat biasanya cukup Rp 10 sampai Rp 15 ribu,  Satu ikat berisi tiga gulungan pandap.(*)

Share.

About Author

Comments are closed.