Komitmen Serius Pemkab Pesawaran Entaskan Stunting Masuk Ke Renja 2023

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Pesawaran– Komitmen serius Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menurunkan Stunting masuk dalam rencana kerja daerah kabupaten setempat.

Hal itu dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam kegiatan rembuk stunting tingkat kabupaten yang diadakan di hotel Regency, Rabu, 30 Maret 2022.

“Isu utama dalam kegiatan rembuk stunting adalah program atau kegiatan penurunan stunting yang akan dilakukan pada tahun berjalan dan Komitmen pemerintah daerah dan OPD terkait penurunan stunting yang akan di muat dalam RKPD/ Renja tahun berikutnya,” Kata Dendi dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Chabrasman.

Menurut dia, stunting  tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, akan tetapi berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal.

Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata- rata, dan bisa berakibat pada prestasi belajar di sekolah yang buruk. Dan tentunya permasalahan stunting perlu ditanggulangi secara bersama, serta program yang telah dirancang dapat di realisasikan dengan baik.

Dan sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting telah ditetapkan 5 pilar pencegahan stunting antara lain pertama Komitmen dan visi kepemimpinan, kedua Kampanye nasional dan Komunikasi perubahan prilaku, Ketiga Konvergensi, Koordinasi dan Konsolidasi program Pusat, daerah dan Desa, Ke empat Ketahanan pangan dan Gizi , Dan Ke  lima pemantauan dan evaluasi.

“Tingkat prevalensi stunting yang tinggi, perlu segera kita atasi bersama, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah kecamatan dan desa, individu, komunitas, CSR, lembaga donor maupun swasta, harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting.”

“Maka dari itu sangat penting bagi BAPPEDA untuk menyampaikan apa dan bagaimana kegiatan rembuk stunting kabupaten kepada seluruh OPD penanggung jawab layanan, agar terjadi persamaan persepsi atas visi dan misi gerakan penurunan stunting terintegrasi,” Kata dia.

BACA JUGA  Gercep Hanya Empat Hari Banang DPRD dan TAPD Ketok APBD Pesawaran Rp.1,296 T

Dikatakan dia, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu Kabupaten prioritas lokus stunting sejak tahun 2020.

Chabrasman menegaskan, Pemerintah kabupaten secara bersama sama akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergisme hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan di kabupaten dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat yang di laksanakan melalui musrenbang kecamatan dan desa dalam upaya penurunan stuntingdi lokasi prioritas (Desa lokasi fokus penanganan stunting )

“Masalah gizi tetap harus menjadi prioritas yang tidak boleh kita abaikan. Pemerintah daerah tetap berkewajiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat, oleh karenanya, saya mengharapkan kepada seluruh perangkat daerah bersama stakeholder terkait untuk melakukan inovasi agar upaya pemenuhan gizi masyarakat, utamanya bagi mereka yang rentan seperti ibu hamil dan anak balita, bisa tetap terpenuhi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, perkuat dan gunakan kearifan lokal di masing masing wilayah,” Kata dia.

Bupati Pesawaran pun meminta kepada perangkat daerah dan para stakeholder , untuk tetap memantau status gizi kelompok rentan dengan menerapkan enam langkah pengendalian infeksi yang tepat yakni : Pertama integrasi program untuk menjaga gizi seimbang dalam strategi dan pemulihan Covid 19. Kedua mengamankan rantai pasok pangan yang sehat dan bergizi bagi keompok rentan. Ketiga Penyediaan layanan rutin gizi ibu, bayi dan balita. Ke empat Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata laksana gizi kurang . Ke lima Penyediaan layanan rutin pencegahan kekurangan zat gizi dan suplementasi gizi mikro. Dan Ke enam Pengambilan tepat waktu dan informasi pembaharuan keamanan pangan melalui kolaburasi lintas sektor.

“Selanjutnya saya minta kepada Ka.UPT Puskesmas untuk dapat menggerakan bidan desa dan petugas gizi puskesmas bersama sama dengan kader di masing masing desa untuk melakukan penelusuran, penemuan bayi dan balita yang berpotensi stunting yaitu Balita yang 2 bulan berturut turut berat badan tidak naik, balita dengan gizi kurang dan gizi buruk, balita penderita TBC kronis, Balita dengan gangguan metabolisme . Balita yang berpotensi stunting ini yang harus di tangani secara bersama tidak hanya oleh puskesmas tetapi juga rumah sakit dengan melibatkan dokter spesialis anak.”

BACA JUGA  Dosen IIB Darmajaya Berikan Pelatihan Digital Marketing kepada Koperasi Sai Sakai Sambayan

“Selanjutnya, pencegahan stunting di tingkat Desa teralokasi melalui Dana Desa melalui 5 paket layanan pokok yaitu : Layanan kesehatan ibu dan anak, Konseling gizi terpadu , Perlindungan sosial , sanitasi dan air bersih serta layanan pendidikan anak usia dini,” Kata dia. (**)

Bambang T

Share.

About Author

Comments are closed.