Kelompok Tani Pesawaran Berhasil Kembangkan Program Pertanian Terintegrasi

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Pesawaran- Kelompok Tani Tunas Tani di Kabupaten Pesawaran berhasil menjadi pilot project Integrated Farming program dari Kementerian Pertanian.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Tanaman Pangan Andriansyah mendampingi kepala dinas Pertanian Fisky Virdous saat meninjau integrated farming di Desa Margorejo Kecamatan Tegineneng, Jumat (12/11)

“Program yang dilakukan yaitu pengembangan pola tanam jagung yang mengintegrasikan beberapa usaha pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan) yang dikelola secara terpadu dan serasi serta berorientasi ekonomi dan ekologis.”

“Jadi selain terdapat tanaman pangan berupa jagung, juga terdapat tanaman horti, perkebunan dan peternakannya dalam satu hamparan,” kata dia.

Dikatakan Andri, diusulkannya program integrated farming  berangkat dari kelompok tani milenial yang dikelola kelompok tani Tunas Tani.

Di mana, dengan dijadikannya Desa Margo Rejo sebagai pilot project integrated farming berbasis jagung, diharapkan kelompok tani di desa lainnya di Pesawaran dapat mengikuti jejak kelompok tani Tunas Tani tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan kedepan dapat diusulkan untuk desa lainnya. Dan tidak hanya melalui anggaran pusat tetapi juga melalui APBD untuk program duplikasi,” kata dia.

Saat meninjau bersama dengan Sekretaris Dinas Pertanian Budi Wirawan, Andri menjelaskan, integrated farming di Desa Margo Rejo terdiri dari beberapa komoditi seperti Jagung, cabai, tomat.

Kemudian di bidang peternakan yakni kambing, serta ternak lele, dar hasil tanaman jagung dapat menghasilkan pakan ternak, dan sebaliknya kotoran ternak dapat difermentasi dan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk pertanaman jagung maupun tanaman hortikultura lainnya.

“Kedepan untuk program duplikasi akan kita upayakan dapat dianggarkan melalui APBD,” kata dia.

Sementara Pengelola Integrated Farming yang merupakan kelompok taruna tani tunas tani, Haryadi menambahkan integrated farming berada dalam satu hamparan dengan luas sekitar 20 hektar. Terdiri dari tanaman jagung, cabai, peternakan kambing dan ikan lele.

BACA JUGA  Universitas Malahayati Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Via Daring, Simak Langkahnya dan Kunjungi Link Berikut Ini

Program tersebut bermula dari usulan tahun 2020 yang direalisasikan pada tahun ini dengan pagu anggaran sekitar Rp150 juta pada kegiatan Pertanian Keluarga Kementerian Pertanian dan pada tahun 2021 dilanjutkan dengan Kegiatan Integrated Farming Berbasis Jagung dengan penambahan luas jagung dan tanaman lainnya.

“Seperti kambing tadinya hanya 35 ekor, kini menjadi 39 ekor. Bantuan turun ada berupa anggaran dan benih. Untuk kandang kambing, lanjaran cabai, pembuatan kolam, dan pakan lele itu swadaya. Untuk kambing, lele, obat obatan, insektisida anggarannya bersumber dari  bantuan pusat,” kata dia.

Bahkan, lanjut Haryadi beberapa waktu lalu integrated farming di Margo Rejo sudah ditinjau langsung oleh salah satu dirjen Kementerian Pertanian. Dan jika tidak ada halangan, rencananya akan turun lagi bantuan Ayam Kampung Unggul Baru (KUB) sebanyak 1000 ekor.

“Ayam Kampung Unggul Baru (KUB) selain petelur juga pedaging. Untuk kandangnya akan kita bangun di lokasi ini juga, mudah mudahan segera direalisasikan,” kata dia. (**)

Bambang T

Share.

About Author

Comments are closed.