Gelar Lomba Cipta Menu Pemkab Pesawaran Kampanye Cegah Stunting

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Pesawaran– Memanfaatkan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka stunting.

Karenanya, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran menggelar lomba cipta menu B2SA yang diikuti oleh puluhan peserta dari 11 kecamatan yang ada di kabupaten setempat.

“Lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman diikuti oleh 12 peserta dari 11 kecamatan sedangkan lomba kreasi pangan lokal diikuti oleh 10 peserta. Selain itu ada juga penyerahan bibit alpukat dan sayuran serta saprodi 20 kelompok wanita tani se Kabupaten Pesawaran,” Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pesawaran Hendra Sulistianto Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pesawaran Hendra Sulistianto, Senin, 4 September 2023.

Menurut Hendra, dengan pangan lokal yang B2SA ini, mendukung dalam mengurangi angka stunting, karena melalui lomba tersebut mendorong masyarakat agar bisa melaksanakan pola konsumsi sehari-hari dengan menu yang sehat yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Sementara Kabid konsumsi dan keamanan pangan dinas ketahanan pangan, tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Lampung Amalia Rizkiyanti mengatakan, untuk membuat makanan sehat sesuai B2SA, dapat memanfaatkan pangan lokal sebagai pengganti beras dan terigu seperti ubi kayu, ubi jalar, labu dan lainnya.

Karena bahan tersebut lebih sehat dan banyak,  di mana, makanan bergizi maksudnya komposisi makanan harus mengandung protein hewani maupun nabati.

“Hal itu supaya ibu ibu mengetahui makanan yang sehat untuk keluarganya,” Kata dia.

Dikatakan dia, peran pemerintah berkewajiban memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Di mana, dengan memanfaatkan pangan lokal, selain sehat juga memberikan nilai tambah yakni untuk tambahan penghasilan bagi keluarga.

BACA JUGA  UNDP - IBL Goes to Lampung

“Hal itu dilakukan dengan menciptakan masyarakat yang sehat, aktif dan produktif dengan menggunakan pangan lokal (non beras dan terigu). Seperti lomba saat ini, di mana kreasi makanan berasal dari olahan non beras dan terigu,” Kata dia. (**)

Bambang T

Share.

About Author

Comments are closed.