Digital Advertising Menjadi Peluang Bisnis yang Menjanjikan di Indonesia

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Bisnis Digital – Teknologi digital dan social media mengubah banyak hal, termasuk dunia pemasaran dan bisnis. Prosedur dan gaya berbisnis pun berubah seiring perkembangan digital. Salah satu konsep pemasaran yang muncul dari adaptasi di era ini adalah digital advertising.

Karakter saluran internet yang cepat dan terarah membuat komunikasi antara penjual dan pembeli justru semakin efektif dan efisien, seperti melalui browser web, halaman media sosial, blog, aplikasi dan platform lainnya di dunia maya.

Salah satu keunggulan konsep digital advertising dibandingkan iklan konvensional terletak media yang menyediakan data pemasaran yang detil, sehingga kegiatan pemasaran dapat diimprovisasi setiap saat dengan ketepatan yang presisi dan berdampak besar bagi peningkatan penjualan. Hal ini sangat penting bagi sebuah bisnis, mengingat semakin dinamisnya konsumen seiring perkembangan teknologi yang mereka gunakan.

Ilustrasi laporan hasil analisa google ads (dkontenstudio)

Walau industri ini terus berkembang, namun setidaknya terdapat 4 jenis tipe digital advertising yang umum digunakan, yaitu Search Engine Marketing yang menjadikan mesin pencari sebagai media untuk beriklan, contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Google dengan Google Ads nya.

Lalu, remarketing/retargeting advertising, dimana produk atau jasa layanan yang dijual ditawarkan kembali kepada konsumen yang telah menunjukkan minat atau pernah membeli produk tersebut, jenis ini sering ditemukan pada platform e-commerce, seperti Tokopedia atau Shopee.

Tipe ketiga adalah native advertising yang biasanya muncul di bawah bagian recommended reading, related stories, atau promoted stories dan sesuai dengan konten yang sedang dibaca atau tonton, hal ini seringkali kita temukan di media-media pemberitaan online.

Ilustrasi native ads di media (dkontenstudio)

Selanjutnya adalah social media marketing yang menggunakan berbagai platform media sosial (Medsos) untuk beriklan. Setiap media sosial, seperti Facebook, Instagram, TikTok, maupun Youtube menerapkan berbagai jenis iklan yang ditampilkan sesuai efektivitas dan efisiensinya masing-masing, seperti display ads, text ads dan video ads.

BACA JUGA  Nonton Drakor Buat Weekend-an? #KenapaNggak

Dalam digital advertising, impresi memegang peran penting sebagai parameter intensitas sebuah iklan digital ditayangkan. Besaran impresi akan berpengaruh pada harga yang harus dibayarkan oleh para pengiklan dalam skema yang ditawarkan.

Ilustrasi Instagram ads (dkontenstudio)

Adapun beberapa skema dalam digital advertising, antara lain CPC (Cost Per Click), yaitu biaya yang dikeluarkan setiap kali seseorang mengklik iklan, CPM (Cost Per Mille) yaitu biaya untuk menayangkan iklan per 1.000 tayangan iklan, CPL (Cost Per Leads) yaitu biaya untuk setiap klik yang berubah menjadi lead (target konsumen potensial), dan CPA (Cost Per Acquisition), yaitu biaya yang ditentukan dengan membagi jumlah pelanggan baru akibat iklan yang ditayangkan.

Besarnya biaya yang dikeluarkan para pengiklan pun beragam, namun sebagai contoh untuk kisaran biaya CPM di Indonesia adalah mulai dari US$3 dan US$20 untuk internasional, di luar itu juga bergantung terhadap engagement dari platform yang di tawarkan. Biaya ini nantinya akan dibayarkan kepada platform yang tersedia dan menjadi keuntungan perusahaan.

Saat ini banyak juga platform penyedia aplikasi yang membagi keuntungan kepada mitranya supaya mendapatkan engagement lebih dari pada user aplikasi tersebut.

Sebagai contoh, uang yang dibayarkan Youtube kepada para content creator (Youtuber), aplikasi karaoke, aplikasi live video streaming, video sharing social networking service dan juga aplikasi yang sempat ramai diperbincangkan, yaitu VTube, dengan membagikan sebagian keuntungan iklan yang masuk kepada user.(*)

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.