Belajar Design Sprint #3 : Cara Melakukan Design Sprint dan Tahapannya

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dkonten.com, Design Sprint – Pada artikel sebelumnya kita telah mempelajari lebih dalam mengenai Design Sprint. Kali ini kita akan belajar bagaimana caranya melakukan Design Sprint.

Hal yang pertama, kita mesti memahami istilah Design Sprint dengan benar, Artinya, kita mesti mempelajari dulu Design Sprint baik secara pribadi atau dengan bantuan pihak lain.

Design sprint adalah suatu metode untuk build product concept dan prototype dalam waktu 5 hari dimana memiliki 5 tahapan yang sangat komunikatif dan interaktif untuk mengeluarkan semua ide, inspirasi, masalah yang ada, solusi yang kemudian diwujudkan dalam prototype yang harus dan di cross check ke calon pengguna.

Ada banyak cara untuk bisa belajar Design Sprint.

Pertama, kita bisa belajar mengenai Design Sprint dari buku yang ditulis oleh Jake Knapp dan John Zeratsky.

Buku ini sangat direkomendasikan karena kamu bisa belajar dasar-dasar dan pondasi mengenai teknik Design Sprint yang benar.

Selain membaca buku Design Sprint, kita juga bisa mempelajari dari situs Design Sprint yang dibuat oleh Google.

Pada situs tersebut kita bisa melihat berbagai macam ide yang menarik bagaimana kita bisa melakukan Design Sprint dengan baik dan benar.

Yang ketiga, kita bisa membaca blog, melihat Video, atau mendengarkan Podcast mengenai Design Sprint.

Bila kamu sudah mengerti apa itu Design Sprint dengan baik, yang kamu perlu lakukan berikutnya adalah membentuk tim.

Tim ini terdiri dari orang-orang yang mau berkomitmen dan relevan dengan pengembangan produk kamu.

Selain tim, kita sebagai fasilitator harus memiliki perencanaan yang detil sebelum, selama, dan sesudah Design Print.

Untuk melakukan Design Sprint, kita perlu latihan, jadi kemungkinan pada tahap awal kita akan mengalami banyak kesalahan atau mengalami banyak permasalahan.

BACA JUGA  Dari Jual Barang ke Jual Jasa: Seberapa Besar Keuntungan Netflix?

Tahapan Design Sprint

Sebelum melakukan Sprint, pastikan memiliki tantangan dan sebuah masalah yang ingin diselesaikan serta tim yang lengkap. Selain itu butuh persiapan tempat dan sarana prasanan yang mendukung lainnya. Setelah itu barulah kamu bisa mengikuti 5 tahapannya seperti berikut:

Hari #1 — Understand

Photo by Daria Nepriakhina 🇺🇦 on Unsplash

Tujuan besarnya pada hari ini adalah untuk mendapatkan sebuah target, target yang ambisius namun memiliki kemungkinan yang besar untuk dapat diselesaikan dalam satu sprint kedepan.

Sesi ini dimulai dari diskusi mengenai rencana Sprint dan kemudian menyamakan pandangan dan pikiran tentang tujuan jangka panjang. Lalu di sore harinya, ada sesi ask the expert , dimana ini adalah sesi para expert di perusahaan menyampaikan pandangan dan gagasan yang mereka miliki terhadap perusahaan.

Hari #2 — Diverge

Image : Unsplash.com

Salah satu hal yang dilakukan pada hari selasa adalah membuat sketsa solusi sebanyak-banyak terhadap permasalahan tersebut dengan mengikuti aturan-aturan Sprint.

Solusi-solusi diatas akan diperjuangan dan dipilih pada hari ketiga. Selain itu di hari kedua ini kita juga harus sudah menyiapkan user persona yang akan digunakan sebagai user validasi pada hari jumat nanti.

Hari #3 — Decide

Pada hari ketiga, setiap ide yang di sketsa pada hari selasa wajib dipertanggung jawabkan oleh masing-masing pemilik ide. Mereka jelaskan ide mereka masing-masing, kemudian voting ide terbaik untuk di implementasikan.

Hari #4 — Prototype

Photo by Olaf Val on Unsplash

Di hari keempat, kita akan fokus membangun sebuah MVP (Minimum Viable Product) yang akan di test pada keesokan harinya.

Hari #5 — Validate

Dan dihari terakhir, kita akan belajar dari apa yang telah kita kerjakan selama 4 hari kebelakang. Di hari kelima kita akan melakukan validasi MVP yang telah dibuat kepada real target user kita nantinya. Dari sini kita akan mengetahui apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

BACA JUGA  Sebagai Aset Digital, NFT Ikut Tumbuhkan Sektor Kreatif

Alat Yang Dibutuhkan

Ketika pelaksanaan design sprint tersebut, membutuhkan beberapa alat yang digunakan untuk menunjang tahapannya agar berjalan dengan lancar dan bisa tetap dipahami dengan detail dan sepraktis mungkin. Nah, apa saja peralatan yang dibutuhkan?

  • Sticky notes, kertas dengan berbagai warna yang digunakan untuk menuliskan ide atau gagasan dan ditempelkan pada papan.
  • Voting dot sticker, stiker warna-warni yang digunakan sebagai penanda pada saat voting.
  • Alat tulis dan catatan
  • Papan tulis, marker dan penghapus
  • Adobe XD atau Figma untuk kebutuhan membuat prototipe

Subscribe Sekarang

Dapatkan beragam artikel tutorial, insight dan tips menarik seputar dunia online langsung melalui email Kamu. Subscribe sekarang dan raih kesuksesan bersama kami!

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.