6 Tahapan Pembuatan Website Company Profile Yang Perlu Diketahui

Pinterest LinkedIn Tumblr +

dKonten.com, Teknologi – Memiliki website perusahaan berarti meningkatkan visibilitas perusahaan Anda bagi konsumen. Karena itu tampilan website yang menarik adalah pemeran utamanya. Namun, jangan abaikan teknologi di dalamnya.

Membangun sebuah situs web sama seperti merancang suatu aplikasi peranti lunak (software).

Saya seringkali mengilustrasikan prosesnya sama seperti ketika Kita membangun rumah. Pengerjaannya dimulai dengan perencanaan dan perancangan, pengerjaan konstruksi bangunan, hingga desain interior maupun exterior.

Akan tetapi, membangun web secara teknis sebenarnya jauh lebih kompleks ketika Kita harus menggunakan teknologi pemrograman web yang terbaru. Setiap web designer dan developer dituntut untuk meningkatkan skill supaya dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini.

Berikut ini adalah tahapan yang perlu Anda ketahui dalam proses pengerjaan situs website company profile. Tahapan ini saya terapkan pada proses pengerjaan web rumah sakit Urip Sumoharjo di Bandar Lampung.

Tahap 1: Kumpulkan dan Pelajari

Tahap pertama dalam membuat situs web adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, untuk mempelajari apa saja yang dibutuhkan oleh klien.

Tahap 2: Perencanaan

Informasi yang Kita kumpulkan pada Tahap 1 akan sangat membantu perencanaan situs web klien. Tindakan yang harus dilakukan sekarang adalah:

Membuat peta situs.

Menu website RS Urip Sumoharjo

Lakukan pencatatan semua bidang topik utama situs web klien, termasuk sub-topiknya, untuk mengembangkan sistem navigasi yang konsisten dan mudah untuk dipahami.

Memutuskan teknologi apa yang dibutuhkan.

Menentukan apa saja yang Kita butuhkan. Pada studi kasus pengembangan web rumah sakit ini saya memutuskan menggunakan bootstrap untuk membangun tampilan responsive dan Framework PHP Laravel untuk pengembangan CMS.

Mencari referensi desain.

Luangkan waktu untuk mencari referensi untuk desain pengaturan tata letak halaman website. Langkah ini akan membantu Kita untuk ide visualisasi rancangan desain ke klien.

BACA JUGA  Pemkab Pesawaran Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi

Rencanakan konten.

Ketahui apa saja yang ingin Kita komunikasikan dan berapa banyak konten yang Kita miliki akan membantu memudahkan proses perancangan.

Tahap 3: Rancangan (Desain)

Ilustrasi

Jika Kita sudah menguraikan rincian-rincian dalam tahap 1 dan 2, maka perancangan halaman beranda dan semua sub halaman berikutnya tidak terlalu rumit.

Misalnya, dengan mengetahui demografi pengunjung situs web kita dapat memastikan elemen apa saja yang kita gunakan pada website.

Contoh lainnya adalah jika Kita memahami bahwa visi dan misi perusahaan adalah prioritas dalam pelayanan, Kita dapat mendesain halaman beranda disesuaikan dengan visi misi tersebut.

Mengenai pilihan warna juga dapat Kita sesuaikan dengan warna logo perusahaan ditambah kombinasi warna lainnya.

Pada tahapan ini Kita dapat mempersiapkan desain mockup untuk diajukan dan mendapatkan tanggapan dari klien.

Tahap 4: Pengembangan

CMS Custom Website RS Urip Sumoharjo Berbasis Laravel Framework

Setelah rancangan dilakukan dan disetujui, maka proses pembuatan situs web bisa dimulai.

Pengembangan sisi Front-End

  • Slicing ke HTML dan CSS

Pengembangan sisi Back-End

  • Pembuatan CMS (Content Management System), pada proyek ini Saya menggunakan Laravel PHP Framework.
  • Integrasi desain dan CMS.

Tahap 5: Pengujian dan Peluncuran

Ilustrasi

Tahap selanjutnya Kita harus menguji situs web Klien, dari kelengkapan fungsinya hingga masalah kompatibilitas. Selain itu, Kita harus memastikan bahwa semua kode pemrograman yang ditulis untuk validasi situs web Anda memenuhi standar pemrograman web yang ada saat ini.

Setelah persetujuan akhir diberikan, berkas-berkas situs web akan diunggah ke server, dan situs web tersebut bisa langsung diakses oleh publik.

Tahap 6: Pemeliharaan

Website company profile RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung

Tahap yang tidak kalah pentingnya adalah proses pemeliharaan situs website. Selama tahap perencanaan proses ini, Kita harus sudah memastikan apakah proses pemeliharaan situs web akan dilakukan secara internal perusahaan atau dialihdayakan kepada Kita sebagai pihak ketiga.

BACA JUGA  Apa itu Design Thinking? Dan Kenapa Sangat Populer?

Pengembangan situs web klien tidak berhenti pada tanggal peluncuran semata. Layaknya bangunan fisik, Kita harus mengambil langkah-langkah pemeliharaan untuk memastikan bahwa situs web klien aman dan berjalan secara optimal.

[mc4wp_form id=”5165″]

Share.

About Author

I am a Frontend designer who loves to translate designs files into Website, Based in Bandar Lampung - Indonesia

Comments are closed.