Peringati HCTPS Bupati Dendi Imbau Cuci Tangan Diterapkan Tiap Hari

Sharing is caring!

dKonten.com, Pesawaran- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghimbau agar peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) bukan hanya sebagai sebuah kampanye aksi kesehatan yang tidak memiliki dampak positif bagi kehidupan sehari-hari untuk menciptakan hidup bersih dan sehat, namun dapat diimplementasikan untuk mewujudkan kehidupan bersih tanpa penyakit.

“Namun semua ini tentunya butuh proses dan tidak bisa terjadi secara instan, akan tetapi yang terpenting adalah dari kesadaran diri kita sendiri,” kata Bupati saat menghadiri kegiatan HCTPS yang dilaksanakan di SMPN 26 Pesawaran, Selasa, 5 November 2019.

Menurutnya, pengetahuan mengenai pentingnya melakukan CTPS ini sudah sangat tinggi, namun kesadaran untuk melakukan CTPS ini masih rendah dan tidak terbiasa melakukan Cuci Tangan yang benar pada saat-saat penting seperti, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah buang air besar, setelah kontak dengan binatang dan lainnya.

“Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin semua masyarakat menyadari bahwa kebersihan tangan sangat penting untuk kesehatan, mencuci tangan dengan baik sebelum maupun sesudah melakukan aktifitas, bukan hanya mengajari tetapi juga dapat memberi contoh agar mereka khususnya anak-anak agar dapat terbiasa mencuci tangan dengan sabun,” kata dia.

Selain itu, Dendi juga mengajak dan mengharapkan partisipasi aktif semua pihak untuk senantiasa mengajak masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk untuk ikut membiasakan perilaku sederhana yaitu cuci tangan sederhana yaitu cuci tangan pakai sabun sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira menambahkan, berdasarkan analisa Dapodik tahun 2018, jumlah Sekolah Dasar yang memiliki sarana cuci tangan lengkap dengan air mengalir dan sabun sebanyak 42%. Sisanya sebanyak 25% SD sudah memilih sarana cuci tangan, namun belum dilengkapi dengan sabun atau air mengalir. Sedangkan 33% SD tidak memiliki sarana cuci tangan.

“Tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian anak-anak akibat penyakit diare yang timbul karena kurangnya akses pada air bersih, sarana sanitasi dan sarana cuci tangan.”

“Penderitaan karena sakit diare dapat dikurangi dengan melakukan cuci tangan pakai sabun, dimana menurut penelitian dapat mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare hingga hampir 50 persen,” kata dia. (**)

Bambang T

shares