Ngaku Salah, Pemilik Katering : Saya Lalai Kemas Lauk

Sharing is caring!

 

dKonten.com, Pesawaran- Pemilik katering yang diduga menyebabkan puluhan siswa SMKN 1 Gedongtataan mengalami ‘keracunan’ setelah mengkonsumsi nasi kotak mengaku bersalah dalam mengemas lauk.

Hal itu dikatakan pemilik katering Ade dalam keterangan pers bersama komisioner KPU Lina Wati, Kamis, 7 Februari 2019.

“Saya mengaku bersalah, karena dalam pengemasan sayur asam, dalam kondisi panas langsung saya bungkus, dan saya baru tahu jika itu tidak baik, namun tidak ada sedikit pun saya sengaja akan itu,” kata dia.

Menurut Ade, dirinya telah 6 tahun menjalani bisnis katering rumahan, namun baru kali ini mendapatkan pesanan ayam sayur. Sehingga tidak paham cara pengemasan yang aman. Biasanya, dirinya menerima pesanan berupa, nasi kotak berisi ayam goreng, ayam panggang dan lainnya.

“Ayamnya dalam kondisi sehat, dan saya masak sendiri sekitar pukul 03.00 WIB, setelah ayam masak lalu langsung saya bungkus pakai plastik, setelahnya sekitar pukul 10.00 WIB saya antar ke sekolah,” kata dia.

Dikatakan Ade, dirinya tidak menyangka jika masakannya yang diberikan KPU sekitar pukul 12.00 WIB itu membuat para siswa mengalami gangguan pencernaan hingga muntah. Lantaran, keluarganya pun mengonsumsi masakan yang sama.

“Bedanya sayur asam yang di rumah tidak dibungkus,” kata dia.

Karena kejadian itu, dirinya pun langsung berkoordinasi dengan pihak KPU dan sekolah untuk menangani siswa yang ‘keracunan’ dengan memfasilitasi penanganan dan penyembuhannya.

“Saya meminta maaf akan kejadian ini, dan alhamdulillah pihak sekolah, KPU dan siswa mau memaafkan saya, saya mengaku salah dan siap bertanggung jawab,” kata dia.

Sementara, komisioner KPU Lina Wati mengatakan, baik pihak KPU dan pihak SMKN 1 Gedongtataan menganggap sebagai musibah, dan pihak katering telah bertanggung jawab dengan membiayai pengobatan para siswa melalui pihak sekolah.

“Pihak sekolah sudah memaafkan hal ini khususnya pemilik katering yang langsung bertanggung jawab atas musibah itu,” kata dia. (**)

Laporan Bambang T

shares